Showing posts with label my days. Show all posts
Showing posts with label my days. Show all posts

Saturday, November 08, 2014

Morning Routines

Mengantar anak-anak ke sekolah di pagi hari kini menjadi kegiatan rutin saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Jadwal anak-anak yang kejar-kejaran menuntut saya untuk "menunggui" mereka sampai pulang sekolah.

Sesekali saya berkumpul dan have a chit-chat dengan sesama ibu orangtua murid yang menunggu juga. Tapi sepertinya duduk-duduk mengobrol selama berjam-jam di pagi hari tidak cocok dengan saya yang super aktif ini :) Yang ada saya malah keasyikan mengobrol sambil terus mengunyah, masuk angin dan menguap lalu terkentut-kentut sendiri. Jadi saya mengisinya dengan lari-lari atau jalan pagi cantik. Apalagi saya memang suka sekali dengan udara dan sinar matahari pagi. Yang penting maju-maju cantik. Gitu.



Salah satu spot favorit untuk lari pagi adalah lapangan SOS ini. Berlari-lari berkeliling di sini cukup membosankan. Tapi lari di sini praktis dan mudah. Ramai dengan orang-orang yang berolahraga, juga ramai dengan pedagang makanan dan minuman. Selain itu lokasinya juga strategis, dekat dengan gerbang tol dan mall. Jadi lapangan ini selalu ramai. Walaupun berlari sendiri, tetap ada pelari atau bikers lain yang menemani.
Saya menyukai pepohonan di sekeliling lapangan SOS ini. Rindang dan rimbun. Damai melihatnya, terutama saat cuaca sejuk dengan langit berwarna vanilla seperti pagi ini.


Sesekali saya bertemu teman lari dari #burners; Cibubur Runners yang merupakan bagian dari Indorunners. Mengobrol sambil berlari. Senang. Melengkapi segarnya pagi. 

 

Saturday, March 29, 2014

Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini


Tanggal 23 Maret 2014 yang lalu, saya mengantar Enzo mengikuti lomba mewarnai di GKSAB yang diadakan oleh Acikita Foundation di SOS Children's Village Jakarta. Ketika anak-anak mengikuti lomba di pendopo, para orang tua mengikuti bedah buku di ruangan lain. Buku yang kami diskusikan ini berjudul "How to Explore Your Child Ability: Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini" yang ditulis oleh Ibu Jumiarti Agus, Ph. D, yang merupakan istri dari salah satu pendiri Acikita Foundation, Bapak Prof. Prihardi Kahar - yang menjadi salah satu pembicara di sharing session ini. Ada tiga nara sumber yang hadir: Ibu Ir. Hj. Nurmis Mardiati, Bapak Prof. Prihardi Kahar, dan Bapak Susilo yang merupakan salah satu pembina dan psikolog di SOS Children's Village Jakarta.


Menurut Ibu Nurmis, anak adalah amanah yang tidak boleh kita sia-siakan. Teladan yang kita berikan kepada anak jauh lebih penting daripada seribu nasihat. Bila ingin anak teratur dan disiplin, buat peraturan yang berlaku untuk seluruh anggota keluarga, bukan hanya untuk anak itu sendiri. Anak-anak kita lebih pintar dari pada kita orang tuanya, tapi anak selalu menganggap orang tuanya sebagai guru, maka berhati-hatilah bersikap, karena anak akan meniru. Terima anak apa adanya, pupuk potensi yang dia punya, dan fasilitasi sesuai kemampuan kita.

Pak Prihardi Kahar mengatakan bahwa anak adalah amanah yang dititipkan tidak hanya kepada ibu, tapi juga kepada ayah. Peranan ayah dalam mendidik anak dan keluarganya sangat penting. Sesibuk apapun seorang ayah, wajib meluangkan waktu untuk keluarga. Orang tua wajib mencarikan lingkungan yang baik untuk tempat tinggal dan pendidikan anak, termasuk memilih sekolah untuk anak. Memilih sekolah untuk anak adalah memilih tempat "berguru" bagi anak. Carikan guru yang baik yang dapat memberi teladan untuk anak-anak kita. Dan yang terpenting adalah mengubah perilaku diri sendiri ke arah yang lebih baik, karena mengubah diri adalah hal yang termudah dibanding mengubah diri orang lain.

Menurut Pak Susilo, tipikal lingkaran dalam kehidupan kita adalah setiap orang yang menikah ingin memiliki anak, tapi setelah memiliki anak, orang tua bingung anaknya mau jadi apa. Faktanya adalah, semakin besar anak dianggap semakin mengganggu. Hal tersebut diindikasikan oleh semakin tingginya kebutuhan orang tua (pasangan normal, bukan pasangan bercerai/ single parent) akan day care, full day school, dan baby sitter. Di dunia kita yang semakin liberal dan semakin matrelialistis ini, anak semakin diabaikan. Padahal, day care, full day school dan baby sitter tersebut bukanlah hal-halyang dibutuhkan anak. Anak butuh berinteraksi dengan orang tuanya, dengan keluarganya. Cara berkomunikasi anak berbeda dengan cara berkomunikasi orang tua. Contohnya: bayi berkomunikasi dengan menangis, yang tangisannya tersebut memiliki bermacam-macam arti. Orang tua adalah guru dan teladan yang paling mengerti tentang anaknya. Orang tua harus menjadi "hero" untuk anak-anaknya. Bila orang tua tidak mampu menjadi hero untuk anak, maka anak mencari sosok hero selain orang tuanya. 

Pak Susilo memberikan beberapa tips untuk be the hero for our children: 
1. Tidak ada anak yang bodoh, jangan menutup diri dari anak. Bangun komunikasi dan relasi: yaitu komunikasi dari hati ke hati. Berkomunikasi dengan anak adalah berkomunikasi dan membangun relasi dengan gurunya, teman-temannya, dan hal-hal yang terjadi dalam setiap hidupnya.
2. Membesarkan anak adalah tugas orang tua yang harus dilakukan sampai anak dewasa. Semakin anak dewasa, orang tua harus semakin meluangkan waktu untuk mengobrol dengan anak, mendengarkan curhatnya, mengarahkan anak dalam mengambil keputusan. 
3. Anak-anak dan anak perempuan rentan mengalami pelecehan, penganiayaan, tindakan kriminal. Peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak-anak dari semua tindak kejahatan ini.
4. Children need touching, belaian kasih sayang kedua orang tua akan meningkatkan rasa percaya diri anak. Kurangnya belaian kasih sayang dari orang tua merupakan salah satu bentuk penelantaran anak.
5. Walk what you talk, anak jangan digantung. Jangan ingkar janji, sekalinya orang tua ingkar janji maka sosok pahlawan dalam diri orang tua akan hilang dalam sekejap, dan anak akan mencari sosok hero lain di luar rumah.
6. Apresiasi semua kebaikan dan prestasi anak, katakan bahwa kita menghargai usaha terbaiknya. 
7. Rencanakan kehidupan anak dengan baik, doakan dan bersungguh-sungguh membesarkan dan merawat anak, karena semua amalan orang tua akan tercermin dari kondisi anak.

Sunday, January 26, 2014

Meeting TUM Family


Saya memiliki beberapa sahabat, memang tidak terlalu banyak dan jarang sekali bertemu. Meskipun begitu, selalu dekat di hati ♡. Bertemu sahabat adalah salah satu me time untuk saya. 

Kali ini saya bertemu sebentar dengan The Urban Mama Family. Tidak terasa, sudah 4 tahun kebersamaan saya bersama TUM Family, melalui ups and downs-nya perjalanan kami di dunia parenting :') Kami bertemu di Djournal Coffee Cilandak Town Square; mencicipi enaknya Potato Au Gratin buatan MommyLuv Chika yang berulang tahun, mendapatkan novel seru cetakan terbaru"Kok, Putusin Gue?" -nya Teh Ninit Yunita, dan Mendiskusikan project yang paling dekat, #TUM4Tahun. 
Kampanye TUM tahun ini dan seterusnya adalah #HealthyFamily; sehat dan bahagia lahir bathin. Yuk, selalu ikuti Time Line @theurbanmama di twitter, facebook dan forum ya, agar selalu update info tentang kampanye dan kegiatan seru TUM #HealthyFamily di tahun 2014 ini!

Tuesday, January 21, 2014

Brothers

Senang rasanya melihat mereka tumbuh bersama ♡
Memang agak susah mengumpulkan mereka berdua untuk berfoto menghadap kamera. Selalu rusuh! :D
Tapi selalu terasa hangat melihat Enzo dan Dante berjalan, berlari dan tumbuh bersama.
Alhamdulillah :)

Sunday, January 12, 2014

Skip Hop


Kadang, saya memilih untuk duduk-duduk di tepi lapangan mengawasi Enzo dan Dante bermain. Tapi, rasanya rugi ya, melewatkan sinar matahari dan udara pagi hanya dengan duduk-duduk. Sayapun mengeluarkan skip rope dari kotak peralatan olahraga, sudah lama sekali tidak digunakan :) Skip rope ini bisa saya gunakan sebagai pembatas saat berjalan di jalan raya bersama Enzo dan Dante, agar mereka tidak berjalan ke tengah jalan keluar dari barisan, juga untuk mengatur jarak. Selama ini sih, cukup efektif dan anak-anakpun terlihat cukup nyaman berjalan memegang skip rope. Saat anak-anak beristirahat atau berlari-lari, saya dapat mengawasi sambil bermain skip hop. Lumayan, berkeringat banyak :D 

Wednesday, January 08, 2014

Gym Ball


Beberapa hari ini di luar selalu turun hujan, gak bisa main-main di luar bersama Dante. Jadi latihan di rumah saja, lalu Dante ikut-ikutan senam pakai gym ball. Kalau capek, dia tiduran :)  
Gym ball ini saya dapat dari flea market di the urban mama forum.  And I'm a happy costumer!
Dengan gym ball ini, saya dapat berlatih di rumah dengan gerakan-gerakan mudah.
Coba yuk, seru! :)

Sunday, December 08, 2013

Taman Kumis Kucing


Minggu ini acara kencan bersama Enzo adalah lari pagi. Kali ini kami berkeliling ke wilayah KPAD Cibubur, Jakarta Timur. Komplek perumahan ini lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, jaraknya sekitar 800 meter saja. Karena rencananya hanya lari-lari cantik, saya tidak menyalakan aplikasi Endomodo/ Nike+ Running; lain kali saja saat saya berlari sendiri. 

Pagi ini kami melewati rumah Dena, adik kelas Enzo di sekolah. Dena satu jemputan dengan Enzo, dan Enzo senang sekali menunjukkan rumah Dena pada saya. Kami juga jadi tahu TK dan SD Kartika, sayangnya pintu pagarnya dikunci, jadi Enzo tidak dapat bermain di taman sekolah. 


Hal yang menarik adalah saat kami melewati lapangan bola di Jl. Kumis Kucing. Banyak anak-anak yang bermain bola dan bersepeda di sana. Beberapa orang dewasa juga terlihat sedang berlari dan berjalan cepat di taman. Kami mampir, masuk dari pintu samping dekat lapangan sepak bola. Ternyata tamannya lumayan luas.

Taman Kumis Kucing ini adalah salah satu program pembebasan tanah dan pemeliharaan taman Pemerintah DKI Jakarta. Kelihatannya sih proyeknya belum selesai, masih dalam tahap penyelesaian. Dulunya tanah ini rawa2 yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, tapi sekarang terlihat sudah jauh lebih bersih dan rapi. Di taman ini ada lapangan bola, poskamling, toilet umum, jogging track, bak pasir dan lahan bermain, danau kecil, tempat-tempat duduk dari batu dan jembatan kayu. Sayangnya, karena semalam hujan, bak pasir dan lahan bermainnya terendam air, jadi Enzo tidak bisa bermain. 

 
Selalu senang berkencan bersama Enzo; anaknya kuat, bersemangat dan suka makan! Dari situ kami menuju alfa midi, beristirahat duduk-duduk mengobrol sambil minum susu dan makan kentang. Setelah membeli buah mangga, kamipun pulang. Tak sabar untuk kencan berenang minggu depan!

Thursday, May 30, 2013

Angkot Alay

Rasanya sudah lama sekali saya gak naik angkot sendirian. Kangen juga sama suasana angkot yang seru. Jadinya, saya menawarkan diri untuk membeli martabak Ronny di Arundina. Dari rumah berjalan kaki, pulangnya naik angkot T13 ini. Pas masuk, berisik banget. Si Pak Supir sedang memutarkan lagu dugem. Di pintu masuknya pun, banyak ditempeli sticker.

Di dashboard deretan depan, ada gelas-gelas dan botol minuman warna-warni.

 Begitu juga dengan dashboard bagian belakang angkot, dilengkapi speaker yang ukurannya besar-besar.

Dan yang paling hits adalah quilt joknya yang berwarna pink!

Apakah kamu pernah menaiki angkot yang sama? Ya gak apa-apa juga sih, kalau engga pernah. Seru aja ketemu angkot lebay begini :)

Saturday, May 04, 2013

Selamat Pagi!

 Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.



Karena sering begadang, bangun pagi menjadi satu hal yang sangat istimewa bagi saya. Karena Pop harus berangkat ke kantor pagi-pagi sekali, tentunya saya harus bangun lebih pagi untukmenyiapkan keperluannya. Kalau tidak beraktivitas, setelah Pop berangkat ke kantor itu rasanya mengantuk sekali dan ingin tidur lagi :) Tapi, selalu ada kepuasan tersendiri saat berjalan pagi. Selain asyik becengkerama bersama Enzo dan Dante, ada satu momen, sesaat sebelum pukul 7 pagi. Saat itu bayangan tubuh ini seperti The Next America's Top Models :D Tentu saja, versi hijaber. Ternyata benar, sinar matahari pagi dapat membantu pertumbuhan tubuh kita, jadi langsing tinggi semampai :D Saya pun menyukai bayangan busana muslim yang terpantul, elegan dan syar'i.


Bila kita bangun lebih pagi, ada satu momen yang lain yang saya suka. Sebelum pukul 6 pagi; aroma pagi segar sekali - meskipun belum mandi. Selain itu, saya sangat menikmati pemandangan langit. Birunya lembut dan kita dapat mengucapkan selamat pagi pada rembulan. Meskipun badan agak asem-asem segar, rasanya damaaaiii banget :) Coba deh!

Bagaimana dengan pagi harimu? 



Sunday, February 24, 2013

Hari Minggu di Arundina


Salah satu hal yang istimewa di akhir pekan adalah masakan Pop untuk sarapan kami. Hanya sosis goreng dan telur mata sapi, tapi rasanya #terpampang_nyata #bukan_buaian #Alhamdulillah_yahh :) Membuat hati berbunga-bunga #tertawa_bahagia #enjoying_my_life pokoknya #shaayy


Minggu lalu saya berjalan kaki ke Arundina.Toko kecil dua lantai di Jl. Lap. Tembak Cibubur. Jaraknya sekitar 2.5 KM dari rumah.Saya selalu suka toko ini, lengkap. Dari mulai stroller bayi sampai bulu mata kereta kencana ada di sana. Saya juga suka kue-kue dan makanan yang dijual di sana. Hal yang paling saya suka adalah tokonya bersih dan nyaman, tidak terlalu ramai. Selalu menyenangkan berbelanja hari Minggu di Arundina, saya selalu melihat banyak pasangan senior yang pulang berolahraga pergi brunch di sana, dengan gaya dan pakaian yang unik. Saya juga sering melihat beberapa keluarga yang pulang dari gereja makan bersama di tempat ini. Melihat kebersamaan pasangan senior, dan kebersamaan keluarga di Arundina membuat hati saya hangat, senang melihatnya :)
Harga makanan dan barang-barang di Arundina memang agak sedikit unik - di atas harga pasar, meskipun beberapa barang termasuk murah semurah-murahnya. Tapi entahlah, toko ini tetap hidup sampai sekarang, padahal toko ini sudah berdiri sejak dahulu kala. 

Enjoy the photos:

The Boots Rp. 300-600rb


Tas Ibu Rp. 50rb

The Cafe

 Es Oyen

Bagaimana hari Minggu kamu?

Monday, February 11, 2013

Resolusi 2013

TUM Notebook Dark
dapat dibeli di: theurbanmama.com/goodies


Sudah bulan Februari, rasanya belum lega kalau belum menuliskan Resolusi 2013 di blog ini. Meskipun sedikit terlambat, mumpung masih dalam suasana Chinese New Year dan menyambut ulang tahun tanggal 20 nanti, saya  list deh, hal-hal yang ingin dan mudah-mudahan bisa saya aplikasikan di tahun 2013 ini:

1.       Semangat memasak untuk keluarga
Saya tidak terlalu suka memasak, tapi saya suka baking. Alm. Ibu tidak terlalu pandai memasak masakan yg berbumbu rumit. Masakannya selalu berupa rebusan, kukusan, panggangan atau gorengan.  Ibu jarang memasak yg rumit2 – kecuali di hari khusus seperti hari ulang tahun atau hari raya. Masakannya praktis dan mudah, dengan sedikit bumbu dan cenderung tawar. Tapi kalau soal baking, ibu jagonya. Saya selalu suka nastar daun buatan ibu, sedangkan Bapak selalu minta dibuatkan kue tart di hari biasa :p Karena itulah, saya kurang semangat kalau soal masak-memasak. Mengikuti blog kulinerpun tidak tertarik. Inginnya sih, di tahun ini makin variatif dalam memasak, gak ayam kecap atau capcay melulu. Mudah-mudahan menemukan cara yang lebih praktis untuk memasak, dari mulai persiapan sampai dengan finishing acara memasak. Mudah-mudahan menemukan cara yang praktis dan applicable agar tidak terlalu membuang banyak waktu berdiri di dapur mencuci perabotan dan mengelap meja dapur  :D

2.       Rutin membacakan buku cerita untuk Enzo dan Dante
Kegiatan membacakan buku cerita tidak selalu saya atau Pop lakukan setiap hari/ malam sebelum tidur. Karena lelah, saya hanya sanggup membaca doa bersama  Enzo dan Dante, meredupkan lampu kamar, dan mulai melakukan ritual mengomel  a la mama menyuruh mereka untuk segera tidur ;D Habisnya, kalau dibacakan buku cerita, bisa sampai 2 jam dan akhirnya mereka gak jadi ngantuk, malah segar bugar lagi. Tau sendiri deh, anak-anak itu cerewetnya minta ampun. Segala ditanya, dan biasanya gak cukup kalau hanya 1 kali cerita – inginnya cerita terus dan terus dan terus dan terus.... sampai Mamanya pengen nangis ;D
Inginnya, tahun ini bisa menemukan cara agar bisa lebih ceria dan enerjik untuk membacakan buku untuk Enzo dan Dante.

3.       Lebih sering mengajak Enzo & Dante jalan-jalan ke taman atau rumah teman Mama/ Papa
Sejak tahun lalu, setelah bertemu dengan Ninu, Hesti & Lenny – teman sekolah & kuliah yang tinggal di Cibubur juga – saya jadi lebih suka playdate ke rumah mereka dibanding bermain ke mall. Playdate di rumah itu menyenangkan, anak-anak bisa bermain, tidur siang, mandi sore, makan dengan baik. Ibu-ibunya pun bisa mengobrol dengan lebih tenang karena anak-anak berada di tempat yang aman dan nyaman. Lalu, senangnya tinggal di Cibubur, banyak hutan dan taman kota di dekat sini. Sayangnya, belum semua tempat bisa saya datangi bersama Enzo dan Dante.
Mudah-mudahan tahun ini bisa mengunjungi Telaga Arwana dan Taman Buah Mekar Sari bersama Enzo dan Dante. Tempatnya dekat, mudah-mudahan ada kesempatan.

4.      Kencan dengan Enzo dan kencan dengan Dante
Kalau kencan dengan Enzo, sudah sering dilakukan. Tapi kencan dengan Dante, masih jarang. Sebenarnya sih, agak bingung mau ajak Dante kencan ke mana, karena Dante ini jauh lebih aktif dari pada Enzo. Dante sukanya lari-lari, dan maunya apa-apa sendiri. Misalnya kalau jalan kaki, gak mau dipegangin. Kalau berenang, maunya dilepas sendiri. Belum berani ajak Dante makan berdua di luar. Pernah sesekali, tapi Dantenya masuk-masuk ke kolong meja, atau naik-naik ke kursi (kursinya gak diduduki, tapi ditunggangi), atau mengajak ngobrol orang-orang di meja sebelah. Huhuhu....  PR banget deh, kencan sama Dante. Mudah-mudahan tahun ini Dante lebih dewasa dan lebih mudah diarahkan, semoga Mama mendapatkan hidayah agar dapat mengarahkan Dante. #apeu

5.       Lebih banyak waktu pacaran dengan Pop
Sebenarnya sudah asyik sih, pacaran setelah anak-anak tidur malam. Menonton film bersama, mengobrol tentang projects yang sedang kami kerjakan, ataupun rencana belanja, liburan atau tentang hal-hal cengceremen seperti bulu mata gengges si mrs. X yang bergumpal, ataupun status Path si mrs.Z yang menceritakan sesuatuk yang statement. #apeu
Semoga tahun ini hubungannya semakin baik & sehat, semakin diberi banyak waktu untuk berdua, tapi gak banyak begadang juga, biar bisa tidur min. 6 jam dalam sehari :D 

6.       Olahraga bersama keluarga
Kalau tahun lalu saya banyak bersolo karier untuk olahraga, tahun ini mudah-mudahan menemukan olahraga yang pas untuk dilakukan bersama Pop dan anak-anak. So far sih, paling cucok itu jalan pagi dan berenang, tahun ini rencananya mau bersepeda juga. Tapi belum PD untuk melepas anak-anak bersepeda sendiri, paling dibonceng. Artinya harus membeli perlengkapan keamanan untuk bersepeda ya, seperti helm dan lain-lain. Habisnya, lelah juga kalau di tengah jalan saat jalan/ lari pagi, Dante minta gendong :D Memang lebih banyak mengeluarkan keringat sih, tapi cangkeul ya Allah :)

7.       Percaya pada kemampuan Enzo dan Dante
Mengajari Enzo dan Dante membersihkan diri, mandi, memakai pakaian, memakai sepatu sendiri. Mungkin akan lebih fokus sama Enzo, karena persiapan Enzo masuk TK Juli 2013 nanti. Semoga makin banyak hal baik yang bisa dilakukan Enzo dan Dante agar kemandiriannya terlatih dan untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.

8.       Membatasi penggunaan gadget di rumah
Terutama untuk saya. Anak-anak itu kan mencontoh orang tuanya. Semoga saya dapat menemukan cara yang lebih oke untuk penggunaan gadget untuk kepentingan pribadi – seperti share sesuatu di social media. Rasanya orang-orang tidak perlu tahu semua hal tentang saya. Masakan/ menu makanan saya setiap hari, film yang saya tonton setiap hari, musik yang saya dengarkan  setiap hari, ataupun saya berada di tempat mana setiap harinya. Sekali-kali sih, gak apa-apa ya, untuk eksistensi di dunia maya. Lagi pula, teman-teman saya di dunia maya itu, teman-teman saya di dunia nyata juga koq. Hanya sedikit yang benar-benar teman di dunia maya. Masalahnya adalah, waktu penggunaannya; kapan ya waktu paling enak selain di malam hari setelah anak-anak tertidur? Lagi-lagi alasannya agar tidak sering begadang.

9.       Lebih fokus soal kesehatan keluarga
Tahun lalu, kesehatan gigi dan kandungan agak terlupakan. Hasil pap smear dan general check up di awal tahun menunjukkan bahwa saya sehat, alhamdulillah. Tapi karena merasa sehat, saya melupakan rutinitas cek kesehatan gigi & kandungan. Alasannya, ribet kalau ke dokter/ RS bawa anak-anak. Padahal, bisa saja, anak-anak saya titipkan di Pop saat weekend. Praktiknya, saya lebih suka kalau weekend dipakai untuk lari pagi, ke salon, belanja atau eating out bersama keluarga atau teman-teman (biasanya TUM Event). Seharusnya bisa saja saya beri kesempatan 1 hari dalam 2 atau 3 bulan sekali untuk periksa kesehatan yaa... Mudah-mudahan tahun ini saya gak males lagi deh. Sariawannya sampai 2 minggu tuh, waktu ditambal gigi tahun lalu, gara-gara kelamaan mangap di dokter gigi. 

10.      Lebih rapi dan baik dalam financial
Sudah 2 tahun lebih saya menjadi ibu rumah tangga. Rasanya menyenangkan sekali, sekarang saya gak pusing memikirkan pemasukan vs pengeluaran. Yang pusing tinggal si Pop 
*adeuh, Pop.... deudeuh teuing.... sing barokah and sing a song yaaa... kecuuups*
Tapi, gak boleh terlena dong ya. Kita kan gak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Tetap harus serapi & sedetail dulu dalam mengelola keuangan.  Syukur-syukur ada sumber penghasilan baru lagi, hal menyenangkan yang menghasilkan uang dan bisa dikerjakan dari rumah. Semoga ada kesempatan dan rejekinya. 

Semoga tahun ini kita menjadi pribadi yang lebih bersemangat, selalu tersenyum bahagia, #terpampang_nyata #bukan_buaian #bukan_khayalan, jadi pribadi yang penuh cinta, dan selalu berpikiran positif. 

Semoga dapat menjadi ibu yang sehat, bahagia, penuh cinta dan kaya lahir bathin!
Amiiin :*

Monday, November 12, 2012

11.11.12

 keep calm and start baking
Dear Ibu dan Bapak,
 
Hari ini, Rabu 10 November 2010 adalah hari terakhir saya bekerja di S4mp03rn4, dan besok 11 November 2010 mengambil cuti yang tersisa dan mulai menjadi Ibu Rumah Tangga (Hidup Ibu Rumah Tangga!).
 
Terima kasih untuk semua persahabatan yang telah kita jalin selama kurang lebih 6 tahun ini.
Terima kasih kepada Pak Benny S4m, Pak Min4rtha Tejalengkara, Pak Yusl1anto, Ibu R1na Karliah, Ibu Irm4 Kan1asari, Ibu Iim Kamal1yah, Ibu Eui5 Roch4yati, dan Pak 8enNy T4ufik untuk semua coaching dan sharing ilmunya.
 
Mohon maaf atas semua kesalahan, dan saya harap kita masih bisa silaturahmi.
Saat ini saya based di Cibubur, dan thanks to the internet, kita masih bisa ketemu di dunia maya :)
 
Sampai ketemu lagi!

Surat "My Last Day" di atas selalu saya ingat. Selalu membuat saya bersyukur dengan keputusan yang saya ambil. Selalu menjadi pengingat agar saya selalu bersyukur saat saya mengalami "downs" dalam dunia per-ibu-rumah-tangga-an :D 
Oh ya, tolong abaikan tulisan-tulisan alay di surat tsb, naskah aslinya tidak pakai tulisan alay koq. Sengaja saya "alaykan" agar nama perusahaan dan nama tokoh tidak perlu muncul di search engine, agar tidak disalahgunakan :)
Kalau lihat photo di atas, sebagian orang pasti langsung berpikir bahwa jadi ibu rumah tangga itu rempong berat ya. Pake apron, bawa pel-pel-an, masak nasi, bersihin kulkas, dapet salam deh dari abu dan daster abu2. Tapi sebagian besar pasti berpendapat bahwa jadi ibu rumah tangga itu menyenangkan juga, soalnya apronnya keren gitu, beli di mana sih? Aih, kemane aje, itu mah apron happening dari family-matters.co, ada seri ibu dan anaknya pula (ehm..buzzer FM wanna be nih). Trus, pel-pel-an-nya bisa mantep gitu, koneng gonjreng kokoh ceria, itu alat pel dari 3M. Baca deh, reviewnya mommyluv chika di the urban mama tentang my cleaning gear. Kulkas LG sebagai background, dan rice cooker dari miyako di sebelah kiri. Lalu daster abu-abu berpotongan V-neck itu bukan sekedar daster biasa, itu vintage magnolia dress; mungkin harusnya dipakai untuk pakaian kerja atau meeting sama klien gitu. Berhubung saya gak ngantor, dan waktu ngantor dulu saya pakai seragam, jadinya dress ini saya pakai untuk ngepel dan beres-beres dapur sazaaa... biar bersih-bersihnya lebih cemungudh dan cetarr membahana :D
mother & baby fair 2012

Dua tahun ini kegiatannya bervariasi, dari dapur sampai ikut ngeksis di #TUMEvent. Soal dapur, kemampuan masak saya ya begitulah, meningkat sedikit, ya sebisa-bisanya aja. Tetap lebih enak masakan ibu mertua sih, tapi ya gak bisa dibandingin dong ya, masakan saya vs masakan ibu mertua, bukan lawannya hihihi... Anyway, alhamdulillah suami dan anak-anak sih suka-suka aja, dan gak pernah sakit karena makan masakan saya. Malah pernah tuh, waktu saya tinggal sebulan ke Bandung, Pop terkangen-kangen sama teh manis hangat dan telur mata sapi a la mama eka :) Katanya, walaupun cuma teh celup & telor ceplok, rasanya lain kalau buatan mama *ehmmm* Yaiya dong, buatan mama kan pake cinta sejuta rasa *lope lope lope*

Beberapa kali mengikuti #TUMEvent, yang berkesan salah satunya menjadi wakil dari the urban mama menjadi salah satu pembicara di Fun Family Talkshow di Mother & Baby Fair 2012 bersama Ninit Yunita. Sogi Indradhuaja dan Syarief Hidayatullah dari ID Ayah ASI.  

berenang senang-senang

Soal anak-anak, nah ini yang keteteran banget. Makin besar makin aktif, harus selalu fit ngeladenin anak-anak. Pernah juga saya nangis sesegukan, tapi jadi cekikikan karena Dante menuntun saya untuk olah nafas, katanya "Ayo Ma, seperti dedek, ikutin, tarik nafaaass.. hmmm..buang nafaaaas..huuuu...", aih Dante inget aja ya, cara mama menenangkan Dante kalau Dante nangis sesegukan :D
Jadi anak-anak saya bikin sibuk aja, ikut les berenang, les robotic & arts, dan playdate bersama anak-anak sahabat saya. Saya ikutkan les renang bukan karena saya ibu-ibu ambisius nyebelin gimana gitu, intinya biar saya bisa bebas berenang sementara anak-anak ditangani oleh pelatih. Lagi pula, kalau latihan sama pelatih, mereka lebih nurut dan berani. 

So far so wonderful jadi ibu rumah tangga, kadang-kadang kangen sama suasana kantor .... ehh bukan suasananya sih, tapi gajian & bonusnya hihihi..sama kadang-kadang kangen juga sama teman-teman dari Luncheon Club; Ceuceu dan Ecie. Tapi kan ada whatsapp, yg selalu update berita terkini, jadi gak terlalu terkangen-kangen termehek-mehek gimana juga sih. 

Hidup ibu rumah tangga! 



Saturday, November 10, 2012

Dantepreneurship

Batagor & Pempek

Rasulullah SAW menganjurkan untuk memberikan dorongan kepada anak-anak untuk belajar berwirausaha dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Sang Rasul tidak merasa malu bila ada keluarganya yang berjualan di pasar, justru beliau memberikan support dengan doanya yang mustajab.
"Ya Allah, berkahilah jual belinya." [HR Thabrani]
 
Beliau juga mengajarkan anak-anak untuk tidak tidur di pagi hari, tetapi mendorong mereka untuk belajar bekerja dan menjemput rezeki sejak pagi hari.
"Tidur pada waktu pagi mencegah datangnya rezeki." [HR Ahmad]
"Ya Allah, berkahilah umatku pada pagi harinya." [HR Thabrani]


Ketupat Sayur

Sang Rasul memberikan dorongan kemandirian dengan sabdanya:
"Sebaik-baiknya usaha adalah kerja seseorang dengan tangannya sendiri." [HR Ahmad dan Hakim]
Dalam hadist lainnya, Rasulullah bersabda:
"Tidak ada seorangpun yang lebih baik daripada orang yang makan dari hasil tangannya sendiri." [HR Bukhari]


Rujak Ulek & Rujak Serut

Mengajarkan keahlian praktis dan membangun jiwa entrepreneurship pada anak merupakan hal yang positif. Walaupun Dante sepertinya belum mengerti, setidaknya Dante sudah tertarik untuk berdagang makanan kesukaan mamanya :))) 
Insya Allah besok lusa anak-anak mama bisa jadi pengusaha yang sukses mulia. Amin :)

Happy weekend!



Sunday, October 28, 2012

run like a mother

A runner must run with hope in his heart and dreams in his head.
Emil Zapotek

Salah satu olahraga yang saya lakukan adalah lari. Lari sambil bawa anak-anak. Repot? Tentu saja. Larinya gak bisa cepat-cepat. Anak-anak harus di dalam jarak pandang, karena kalau tidak bisa-bisa saya gak tahu aksi-aksi akrobatik yang mereka lakukan di belakang saya :)
Jadi, anak-anak saya biarkan berlari di tengah lapangan. Tidak di depan, tidak juga di belakang saya. Dengan cara ini saya bisa berlari mengelilingi lapangan "lumayan" serius :) Anak-anak juga senang, bebas serasa berlari di tengah lapangan bola (emmmberrr...).



Saya selalu suka berlari di pagi hari. Karena terang terpapar sinar matahari pagi dan bisa menikmati oksigen yang melimpah. Kalau bersama anak-anak, jarak tempuhnya saya pilih yang pendek, atau ya seperti ini, lari mengelilingi lapangan bola. Lari itu murah meriah, tinggal pakai sepatu lari dan download aplikasi gratisan (saya pakai endomondo & sport tracker) untuk mengukur jarak dan kecepatan (bisa ukur heart rate dll juga). Tapi, itupun hanya saya pakai di awal saja, untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh saat saya berlari/ berjalan kaki di suatu tempat. Selanjutnya, saat berlari di tempat yang sama, saya tidak memakai aplikasi itu lagi, karena saya memang agak kerepotan kalau harus bawa macam-macam saat lari. Soalnya, saya itu kalau lari seringnya sekali jalan pulangnya belanja sayuran, daging, buah... sekalian ke luar rumah, karena kalau bolak-balik biasanya males :)

Hal yang paling disukai anak-anak adalah acara makan-makan seteah berlari :) Di Bumi Perkemahan Cibubur ini, setiap Minggu Pagi banyak sekali pedagang makanan, mulai dari gudeg jogja sampai roti dan cupcake. Dante bisa sampai belepotan makan topping cupcake, enzo suka sekali roti hangat isi coklat, dan saya sendiri - tentu saja - nasi gudeg special :D
*pantes yee semakin rajin lari, semakin membundar*

Walaupun rempong berat, olahraga selalu membuat saya happy!
Happy weekend!