Showing posts with label beauty and fashion. Show all posts
Showing posts with label beauty and fashion. Show all posts

Friday, February 24, 2017

Aidijuma X World Hijab Day 2017; One Celebration in 5 Countries


#IStand4Hijab
Wearing Aidijuma Exclusive World Hijab Day 2017 Scarf
Alhamdulillah, tahun ini masuk tahun ke-19 saya mengenakan hijab. Mungkin awalnya karena terpaksa, karena Bapak dan Ibu yang dengan gigihnya memaksa, dengan berbagai bujukrayu sampai ancaman dan sogokan. Maklumlah, saat itu wanita berhijab hanya bisa dihitung dengan jari, hijab belum jadi pemandangan umum seperti saat ini. Namun seiring berjalannya waktu, seiring berkurangnya usia saya dan bertambahnya dosa saya, saya mulai sadar bahwa berhijab bukanlah pilihan, namun perintah Allah dalam Al Quran, sebagaimana tertulis dalam Surat Al Ahzab 59 dan An Nuur 31 yang wajib kita patuhi.


Makin hari saya makin bersyukur bahwa saya diberi nasib yang baik, ditempatkan di negara yang mendukung wanita berhijab, dan berada bersama dengan sahabat dan lingkungan yang mendukung hijab sebagai identitas utama muslimah. Dengan mengenakan hijab, saya merasa lebih aman karena tidak diganggu. Beberapa kali disapa dengan 'assalamu' alaikum' atau dengan panggilan bu haji (malah didoakan :)). Tentu saja saya merasa aman dan nyaman dengan berhijab begini.

Namun, hijab bukanlah satu-satunya cara agar muslimah aman dari bahaya. Kejahatan seksual tidak semata-mata terjadi karena pakaian atau atribut yang dikenakan oleh korban, tapi karena ulah penjahatnya - maka saya sepakat bahwa semua pemeluk agama, baik laki-laki maupun perempuan, wajib menjaga pandangannya, dan wajib dibekali nilai kemanusiaan yang kokoh sedari kecil.

Dengan berhijab, saya merasa lebih merdeka. Tidak perlu merasa resah untuk menutupi bagian tubuh saya yang terbuka ketika berada di depan umum, hijab membuat saya bebas merdeka. Merdeka dari pandangan orang yang menilai saya dari segi fisik. Saya tidak dinilai dari besar kecilnya betis, atau bagian tubuh lainnya. Orang akan mengukur saya dari kebaikan hati dan kecerdasan saya, bukan fisik. Dengan mengenakan hijab, kontrol ada di tangan saya. Hanya saya yang bisa mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau tidak melihat aurat saya. Berhijab tidak pernah menghalangi muslimah untuk maju; berprofesi, berkiprah, berdaya dan bercahaya dalam kebaikan. 

Tentu saja hijab bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Bagi saya, berhijab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan. Tidak perlu saling cibir antara mereka yang sudah berhijab dengan yang belum mengenakannya, atau antara mereka yang hijabnya besar atau kecil, syar'i atau gaul. Kita kenakan saja sebaik dan sepantas mungkin, semampu kita karena hanya Allah lah yang berhak menilai siapa hambaNya yang lebih baik di antara kita. 


Jangan terlalu bangga dengan hijab, begitu pula jangan mencibir kalau memang belum mampu untuk mengenakannya. Hijab dapat terlihat buruk bila akhlak kita buruk. Semoga saya tidak termasuk ke dalam golongan muslimah yang merusak citra Islam dengan hijab yang saya kenakan. Saya pribadi tidak setuju dengan ungkapan sejenis ini 
"Yang penting hati dulu yang berhijab, daripada berhijab tapi kelakuannya buruk begitu". 
Saya yakin tubuh kita diciptakan Allah dengan utuh, jadi tidak ada pemisahan antara hati dan kepala. Pernyataan sejenis itu tentu menyinggung saudari-saudari kita yang berhijab. Kita semua berproses, dan kita semua juga bukan mahluk suci tanpa dosa. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Sebagai bagian dari umat Islam yang besar ini, hijab bukanlah masalah yang perlu dibesar-besarkan. 
Kenakan dengan kesadaran dan kesederhanaan. Jangan saling mengejek mereka sudah atau belum berhijab dengan benar. 
Kewajiban kitalah untuk merangkul dan memberikan informasi yang baik dan benar tentang hijab.


Bersama hijabi sisters; Siska Knoch & Zata Ligouw

Saya sangat bersyukur karena tahun ini berkesempatan menjadi bagian dari Aidijuma X World Hijab Day di Bebop Food Studio Tebet Jakarta 19 Februari 2017 lalu. Acara ini merupakan persembahan Aidijuma dengan Think Fashion Istanbul Turki (@thinkfashionco) by Franka Soeria untuk memperingati World Hijab Day sebagai bagian dari charity dan empowerment event Aidijuma di Bulan Februari yang bertemakan #SpreadLove. 


Siska Knoch sebagai MC,
bersama Nesa Aqila, Shirin dan Darin

Sharing session dan talkshow ini menampilkan influencer terkemuka Nesa Aqila (Putri Muslimah Indonesia) dan kakak beradik Shirin Al-Athrus (@shireeenz) dan Safinah Darin Al Athrus (@darieenz).
Di sesi ini ketiga muslimah cantik dan cerdas ini berbagi pengalaman indahnya selama berhijab dan berbagai tantangan yang dihadapi karena berhijab. Bagi mereka, hijab tidak menghalangi mereka untuk berkiprah dalam kebaikan. Mereka juga berbagi tips agar percaya diri mengenakan hijab, dan berbagi tutorial mengenakan hijab untuk ke pesta dan untuk kegiatan praktis sehari-hari. 



Hijab Tutorial by Putri Muslimah Indonesia Nesa Aqila

Di event ini juga, saya mendapat Aidijuma Scarf, satu dari 100 scarf yang diproduksi secara ekslusive untuk program charity and empowerment World Hijab Day 2017 di Indonesia. Exclusive Edition Aidijuma Scarf ini diproduksi untuk mendukung World Hijab Day yang merupakan bentuk charity Aidijuma untuk wanita berhijab di dunia. Diproduksi total 10.000 pieces untuk dijual untuk charity dan untuk dibagikan secara serentak di 5 negara penyelenggara World Hijab Day 2017: U.K., Brunei Darusalam, Turkey, Malaysia dan Indonesia.

Aidijuma Scarf telah menjadi merek scarf Malaysia terkemuka sejak 2012 melalui berbagai produk dari bawal (voile) dan syal satin. Pendiri dan CEO-nya Datin Norjuma Habib Mohamed bertujuan untuk menjadikan Aidijuma Scarf sebagai Perusahaan Scarf No 1 di dunia. Dengan cetakan yang indah, multi-gaya (twist and wear), inovasi desain dan harga terbaik di kota sebagai identitasnya, Aidijuma telah meroket menjadi salah satu merek syal yang terlaris di Asia Tenggara. Aidijuma Scarf memiliki lebih dari 20 toko di Malaysia dan 1 di Brunei Darussalam.
Aidijuma Scarf terus berpartisipasi dalam kegiatan charity and women empowerment. Aidijuma terkenal sebagai empowerment platform dengan tagline mereka 'Wear It As You ' dan trending hashtagnya #scarfwithsoul.

Aidijuma X World Hijab Day Scarf
Resep sukses lain dari Aidijuma Scarf adalah pendekatan pemasarannya yang unik. Aidijuma terus melakukan kegiatan dengan keterlibatan yang tinggi,diantaranya adalah mencetak sejarah di Malaysia Book of Records dengan membuat barisan scarf terpanjang di Malaysia dan berpartisipasi dalam fashion show dan pameran di luar negeri; Plitz New York Fashion Week, London Muslim Lifestyle Show dan Istanbul Modest Fashion Week. Dengan pencapaian tersebut, di Bulan Februari ini, Aidijuma Scarf mendapat kehormatan untuk mensponsori World Hijab Day yang diselenggarakan serentak di di 5 negara dengan nama Aidijuma X World Hijab Day.


World Hijab Day (WHD) merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 1 Februari. Pada hari itu kita dapat menunjukkan solidaritas kita kepada Muslimah di seluruh dunia. Dengan misi untuk menciptakan dunia yang damai, tempat warga global saling menghormati, WHD telah mendapatkan banyak dukungan dari seluruh dunia. Dimulai dari tahun 2012 oleh Nazma Khan di New York, kini WHD telah memiliki ribuan sukarelawan yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki lebih dari 70 WHD Ambassadors dari 45 negara dan telah disahkan oleh ulama, politisi dan selebriti dari seluruh dunia. Tahun ini, WHD menggunakan hashtag # IStand4Hijab untuk menunjukkan dukungan terhadap Islamophobia dan diskriminasi terhadap muslimah terutama di negara Barat.

"World Hijab Day adalah ide yang cerdas. Agar kita memiliki masa depan dengan kondisi yang saling menghormati dan menghargai muslimah berhijab. Muslimah yang memiliki satu tujuan: mendapat ridho Allah. Hijab bukanlah tentang gerakan mode semata, atau hanya bisnis yang berorientasi profit, tapi benar-benar refleksi dari pilihan hidup, gaya hidup dan prinsip hidupan. Inilah hal terpenting bagi Aidijuma Scarf dalam bergabung di WHD- untuk berbagi aspirasi yang sama, "kata Datin Norjuma Habib Mohamed tentang kolaborasi Aidijuma X Hari Hijab Dunia.

Pendiri WHD Nazma Khan juga menyampaikan penghargaannya untuk kolaborasi menarik ini, 
"World Hijab Day bangga berkolaborasi dengan Aidijuma untuk membawa misi kesadaran tentang hijab".

World Hijab Day diselenggarakan dengan dukungan dari mitra di 5 negara di sepanjang Bulan Februari ini. Aidijuma X World Hijab Day dimulai pada 5 February di London. Dilanjutkan perayaannya di Indonesia, Turki dan Brunei  pada 19 Februari, dan akan ditutup pada tanggal 26 Februari lalu di Malaysia.



#SpreadLove

Marilah maju dengan berhijab; berprofesi, berkiprah, berdaya dan bercahaya dalam kebaikan.
Mari sebarkan cinta dan rasa saling menghormati pada bulan Februari ini, dan dukung saudari muslimah di seluruh dunia bersama Aidijuma X World Hijab Day!  




Untuk informasi lebih lanjut tentang Aidijuma, silahkan kunjungi
Website: Aidijuma.com
Instagram: @aidijuma
Halaman Facebook: Aidijuma Scarf

Friday, August 07, 2015

Berbelanja Produk OTC di Erha Apothecary

 
erha Apothecary Pondok Indah

Saya menyukai produk perawatan wajah yang praktis untuk perawatan kulit wajah sehari-hari di rumah. Sedangkan untuk perawatan kulit wajah yang lebih rumit, saya lebih suka melakukannya beberapa bulan sekali dengan bantuan dokter atau therapist di klinik kulit/ kecantikan; seperti laser CO2 yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu di erhaclinic. 

Saat berkunjung ke erhaclinic Pondok Indah beberapa waktu lalu, saya tertarik dengan design erha Apothecary di sana yang clean, dan tentu saja tertarik dengan beberapa produk OTCnya (Over The Counter). Produk OTC adalah produk-produk yang dapat dibeli secara bebas di erha Apothecary cabang manapun tanpa resep dokter. 

Bulan Ramadhan yang lalu, beberapa produk perawatan wajah saya habis. Saya perlu berbelanja dan saya memutuskan untuk mencoba beberapa produk OTC dari erha. Saat itu kebetulan saya baru saja menghadiri undangan untuk pameran arsitektur dan desain interior Casa by Bravacasa di Ritz Carlton Ballroom Pacific Place Jakarta. Nah, Erha Apothecary Pacific Place ini terletak di lantai 2 dekat escalator. Nggak susah kok mencarinya, karena design interiornya yang simple dan clean itu terlihat jelas. 

erha Apothecary Pacific Place
Saya menyukai produk perawatan wajah yang praktis, kalau bisa sih, produk ajaib yang hanya sekali oles wajah langsung cling! Perlu banget nih, untuk perawatan wajah selama mudik lebaran, karena pastinya dengan jadwal mudik yang padat tentunya saya tidak akan memiliki banyak waktu untuk merawat wajah. Biasanya sepulang mudik di wajah saya tumbuh banyak jerawat dan komedo karena banyak kegiatan tapi nggak sempat membersihkan dan merawatnya selama liburan di luar kota. Ternyata, erha memiliki produk-produk praktis tersebut dengan harga terjangkau.




Beberapa produk OTC erha yang saya beli adalah:
          Harga : Rp 143.500,- 
          Manfaat:
·       Mencegah penuaan dini dan memberikan perlindungan terhadap radikal bebas.
·       Merangsang produksi kolagen, memperbaiki dan mengembalikan elastisitas kulit.
·       Mengurangi garis-garis halus serta keriput pada wajah.
·       Mengatur produksi melanin dari sel-sel kulit, meratakan warna kulit.
     ·       Menjadikan kulit lebih cerah, kenyal dan sehat

C Serum ini berwarna bening agak kental dan rasanya asin. Cara pakainya cukup dioleskan 1-2 tetes pada malam hari sebelum tidur, dan boleh juga di pagi hari setelah mandi. Ratakan pada wajah sambil ditepuk-tepuk perlahan. Tunggu sekitar 1-2 menit baru serumnya meresap. 

    Harga : Rp 142.500,-
    Two way cake dengan kandungan bedak yang halus, ringan dan sophisticated :
•     Diperkaya dengan kandungan Anti Aging formula karena mengandung vit A, C, & E
•     Diperkaya dengan perlindungan SPF 18
•     Menyerap minyak yang berlebih pada kulit
•     Tidak menutupi pori-pori wajah
Tersedia dalam 3 varian warna : Translucent, Beige & Light Ivory. 
 Bedak padat ini rapi kemasannya, ada pelindung bedak transparan, jadi bedaknya nggak bakalan bertaburan kemana-mana deh kalau terguncang, sisa taburan bedaknya nggak bakal mengotori spons atau cermin dalam kemasan. Sponsnya pun lembut sekali. Favorit deh, semua jenis spons dari erha ini :)

3. Erha21 Oil Control Wipes  
Harga Rp. 27.000,- / pack. 1 set 10 sachet.
Manfaat:
    -  Diformulasikan untuk kulit cenderung berjerawat atau berjerawat. 
    - Mampu mengontrol produksi sebum pada wajah dengan formula Double Control sehingga kulit menjadi bersih, segar dan bebas kilap, tanpa menyebabkan kulit menjadi kering. 
- Mengandung Triclosan yang membantu mencegah timbulnya jerawat. 
- Dapat digunakan sebagai pengganti sabun cuci muka di siang hari.

Ini favorit saya, memudahkan sekali untuk dibawa bepergian. Bentuknya seperti tissue basah, dikemas perlembar dalam satu sachet. Cara memakainya cukup usapkan pada wajah, tunggu hingga kering (1-2 menit) dan tidak perlu dibilas. 




erha Apothecary Pacific Place
Secara keseluruhan, saya suka dengan tiga produk Over The Counter Erha ini dan berencana kembali lagi ke erha Apothecary untuk berbelanja produk OTCnya yang lain. Saat itu HP saya lowbat, jadi maaf banget nih, hanya punya dua foto ini yang diambil secara malu-malu oleh Pop dari kejauhan. Tapi menurut saya semua store design erha Apothecary ini seragam ya, di seluruh Indonesia - clean dan cantik. Begitu juga dengan pelayanannya, ramah dan memuaskan. 

Terima kasih Erha! 

Sunday, July 05, 2015

Menikmati Berhijab

Papa and Mamah Duedueh by Enzo



Nggak terasa ya, Bulan Ramadhan sudah hampir berakhir.  Walaupun anak-anak libur sekolah, rasanya kegiatan justru lebih padat. Banyak keberkahan untuk saya di Ramadhan kali ini. Alhamdulillah. Salah satu ciri khas Ramadhan beberapa tahun belakangan ini adalah semakin banyak sahabat dan keluarga muslimah yang mulai berhijab. Entah kenapa, setiap ada sahabat atau keluarga muslimah yang berhijab, saya ikut senang dan terharu. Sama seperti melihat orang lain menikah atau melahirkan. Keputusan berhijab bagi saya adalah keputusan besar dalam memulai hidup baru penuh harapan, yang pantas untuk disyukuri.



Terlepas dari segala issue tentang hijab, bagi saya inti berhijab adalah ikhtiar untuk memperbaiki diri. Berhijab adalah awal kebaikan. Saya ingat, awal saya berhijab adalah karena “dipaksa” oleh Bapak dan Ibu (dan saya sangat bersyukur karena telah dipaksa sedemikian rupa hingga saya mau berhijab sampai saat ini) sejak saya mendapat haid usia SMP dulu. Mulai belajar berhijab saat kuliahpun, saya masih merasa terpaksa dan bersungut-sungut – walaupun tetap mengenakannya. Masalahnya, untuk berhijab saat itu, saya nggak punya teman sepermainan. Ada yang berhijab, tapi nggak banyak dan hubungannya nggak terlalu dekat. Bahkan alm. Ibu pun baru saja berhijab. Diantara teman-teman se-geng, cuma saya yang berhijab. Koleksi pakaian dan asesoris hijab pun minim banget nggak seperti sekarang. Dan saat itu belum ada social media, apalagi online shop seperti saat ini. Berbelanja hijab dan asesorisnya harus ke Pasar Baru. Mendapat pakaian dengan model dan bahan yang sesuai juga untung-untungan. Kalau nggak dapat, terpaksa membeli bahan kain dan menjahit sendiri. Ibu, suka sekali menjahitkan baju muslim untuk saya. Belakangan, jahitan Ibu lama sekali selesainya, dan ujungnya saya keburu ilfeel J Mencari penjahit yang cocok juga nggak mudah kan, beberapa kali try and error dalam pencarian penjahit. Sampai akhirnya ketemu 2-3 penjahit yang cocok. Kesimpulannya, berhijab saat itu perjuangannya lebih berat dan jadinya terasa kurang menyenangkan.

The Urban Muslimah
Saat di kantor dulu, hanya saya sendiri yang berhijab. Tapi seiring berkembangnya teknologi, berhijab menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Setiap Ramadhan, selalu saja bertambah 2-3 orang sahabat dan keluarga muslimah yang memutuskan untuk berhijab. Kalau diingat-ingat, dulu hanya saya sendiri yang berhijab di antara teman-teman, sekarang kalau ada acara keluarga atau acara buka puasa bersama dengan teman-teman, sudah hampir seluruhnya berhijab. Paling ada 1-2 orang yang belum berhijab. Ya, belum berhijab. Tapi saya selalu mendengar harapan dari mereka, bahwa suatu saat mereka ingin berhijab seperti teman-teman kebanyakan. 


gerai
Hijab kini sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi sekarang banyak support system untuk berhijab; komunitas, supplier dan toko penyedia hijab online dan offline, online & offline tutorial dan hijab class, dll. Model dan corak hijab pun sekarang beragam, mulai dari bahan, bentuk, juga harganya. Jadi saya lebih menikmati berhijab karena menyenangkan.
Saya sendiri, kurang suka berbelanja langsung datang ke toko, mall atau pasar untuk mencari hijab. Apalagi dekat-dekat lebaran seperti ini. Kebayang kan, bagaimana panas dan repotnya? Ditambah lagi kalau sudah sampai di TKP, saya jadi nggak focus dan banyak “lapar matanya”! Belum lagi macetnya dan suasana hiruk pikuknya. Waduh, mikirinnya sudah stress duluan deh! 

Saya lebih suka berbelanja online. Karena lebih hemat waktu, tenaga dan lebih ekonomis. Untuk memilih-milih hijabnya, bisa saya lakukan lewat smartphone sambil tidur-tiduran, lalu daftar belanjaan dapat saya filter sendiri untuk memilih produk-produk popular, new arrival ataupun promo, dan nggak perlu bermacet-macet, karena barang yang dibeli bisa diantar langsung dan dapat dibayar di tempat begitu barang sampai (COD; cash on delivery). Praktis, kan? 

Online shop favorit saya adalah Zalora. Di Ramadhan ini Zalora mempersembahkan halaman lebaran. Di sini, kanal favorit saya adalah busana muslim dan aksesoris jilbab di Zalora Indonesia. Setelah melakukan pemesanan dan konfirmasi pembayaran, biasanya kita hanya perlu menunggu 1-2 hari kerja sampai barangnya diterima. Kemasannya pun rapi, dan yang jelas kualitasnya baik. Coba deh, lihat-lihat koleksi lebarannya, pasti suka. Berhijab pun jadi lebih nikmat dan menyenangkan! Insya Allah :)



Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Q.S. Ar-Rahman



Monday, June 08, 2015

Pasca Laser CO2 di Erha Clinic

Makin bertambah usia, makin jarang berfoto selfie. Toh, mukanya gitu-gitu aja :D
Tapi berhubung ingin tahu perkembangan kondisi kulit, akhirnya beberapa kali berfoto selfie.
Nggak lupa pakai aplikasi kekinian dong, biar hits seperti orang-orang. Walaupun tebakan umurnya ngaco semua :)


Nah, saya yang katanya berusia 27 tahun dan berpayung merah ini adalah foto sebelum saya melakukan laser CO2 di erha clinic Pondok Indah. Abaikan pipi seluas 1 hektar ini, ya. Terlihat jelas kan, bintik hitam di bawah mata sebelah kanan, dan beberapa bintik hitam di bawah mata sebelah kiri. Kegiatan saya memang lebih sering berada di luar ruangan, selain berlari pagi, juga menemani anak-anak yang super aktif dan suka sekali bermain di luar. Jadinya sering kerepotan seperti ini, kemana-mana membawa payung dan kaca mata hitam. Tapi, kadang risi juga kalau cuma kita sendiri yang payungan dan berkaca mata hitam. Sun block biasa pakai juga, tapi kadang kulit wajah jadi super mengkilat, jadi memang agak malas pakainya. Ingin deh, pakai satu jenis cream ajaib, yang sekali oles langsung bikin kulit cemerlang segar cantik memesona. 


Pasca Laser CO2 di erha clinic ini, dr. Shinta nggak menganjurkan untuk berpanas-panasan dulu. Artinya, saya harus berhenti lari pagi selama program perawatan ini. Yaaa... mana bisa? Salut deh, sama orang-orang yang berkomitmen tinggi untuk perawatan kulit ini. Ada yang rela bermasker kemana-mana selama satu bulan penuh, ada juga yang rela berkulit seperti kepiting rebus selama berminggu-minggu demi kulit cantik bebas jerawat dan bintik-bintik hitam. 


9 foto lain ini dari kiri ke kanan, saya ambil saat sebelum, dan 1-4 minggu pasca laser CO2. Saya memang hanya fokus pada bintik hitam pada wajah, sedangkan untuk masalah jerawat, itu nanti sajalah setelah masalah dengan bintik hitam ini selesai. 



Minggu pertama:
Kulit bekas laser CO2 terasa perih dan gatal, dan rasanya kaku seperti tertarik-tarik, terutama setelah mencuci wajah dengan sabun erha2. Tapi begitu dioles dengan Mupicor Cream, gatal dan perihnya berangsur-angsur hilang. Kondisi wajah masih terlihat kusam dan bekas luka berwarna merah kehitaman.

Minggu Kedua:
Bekas luka hilang sendiri, berwarna lebih putih dari warna kulit wajahnya sendiri. Tahi lalat yang berada di daerah bawah alis dan 2 tahi lalat di bawah mata juga ikut hilang. Nah loh, kok hilang? 
Kehilangan tahi lalat itu rasanya hampa ya. Seperti bukan diri kita yang sebenarnya :) Sangat berharap bahwa tahi lalat yang memang dari dulu sudah ada itu akan muncul kembali. Karena penasaran, saya mengirim email ke team dokter di erha clinic. Email dibalas dalam waktu sekitar 2 minggu, yang menyatakan bahwa tahi lalat yang hilang terkena laser CO2 itu tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan kulit wajah. Tahi lalat akan benar-benar hilang, dan bisa saja tumbuh kembali tergantung kondisi tahi lalat dan kondisi kesehatan kulit masing-masing. 

Minggu Ketiga:
Bekas luka hilang, tahi lalat juga hilang. Ini minggu paling membahagiakan, senang setiap becermin. Kulit wajah jadi lebih halus seperti pakai aplikasi camera 360. Hanya saja ada jerawat-jerawat pinky kecil yang menghiasi, maklum, saya kan ABG. Abaikan keringat-keringat lari pagi itu ya.



Minggu Keempat:
Kulit wajah kembali normal. Bintik-bintik hitam mulai hilang, tapi ada bekas luka berupa bopeng kecil-kecil. Nggak begitu jelas kalau dari jauh. Kalau dari dekat, cukup terlihat. Tahi lalat di bawah alis dan di atas pipi sudah mulai terlihat. Alhamdulillah, senang juga melihat si tahi lalat cantik hadir kembali, seperti menemukan diriku yang sebenarnya :D


Minggu Kelima:
Kondisi kulit wajah mulai kembali seperti yang dulu, dengan tahi lalat dan tanpa bintik hitam. 
Yay! Akhirnya sproetenku hilang. Tapi, tetap harus dirawat, dengan rajin cuci muka, pakai sun block dan mengoleskan cream atau serum di pagi dan malam hari. Saya harus mengunjungi erha Apothecary nih, untuk berbelanja produk perawatan wajah. Semoga akhir bulan ini ada rejeki dan waktunya untuk belanja, biar bisa cerita-cerita lagi di sini tentang produk erha yang saya pakai :)


Saturday, April 25, 2015

Laser CO2 di Erha Clinic




Sejak rutin lari pagi, makin lama di wajah saya terutama di seputar mata dan pipi tumbuh bintik-bintik hitam kecil seperti tahi lalat. Hal ini makin jelas terlihat setelah saya mengikuti Jakarta Marathon tahun lalu. Saya sudah melakukan perawatan dengan mengoleskan krim wajah, tapi memang tidak bisa langsung hilang begitu saja taburan meses-meses coklat di wajah ini. Skin aging (aging spot, freckles, ,melasma, skin tag, keratosis seboroik, dll) biasanya terjadi karena paparan sinar matahari, dan cara menghilangkannya yaitu dengan laser CO2. Saya ingin tindakan penyinaran ini dilakukan oleh dokter dan klinik/ Rumah Sakit terpercaya. Rumah Sakit bukan pilihan saya saat ini, karena agak sulit bagi saya untuk mencocokkan jadwal dokter dengan rutinitas saya sebagai homemaker; ditambah dengan waktu mengantre di Rumah Sakit yang cukup lama. Setelah browsing dan berkonsultasi dengan beberapa teman, saya memilih erhaclinic Pondok Indah untuk mengatasi masalah bintik-bintik hitam ini. Saya mengambil paket layanan Erha Priority, jadi saya hanya perlu membuat janji dengan dokter pilihan dan tidak perlu mengantre. Yay!

 photo erhaclinic Pondok Indah by Fernando Gomulya


erhaclinic Cabang Utama Pondok Indah ini terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 31 Jakarta Selatan. Untuk layanan Erha Priority hanya tersedia di Erha Clinic Pusat dan Cabang Utama. Saya membuat janji dengan dr. Shinta Damayanti, SpKK. Begitu datang saya langsung ditemani Mbak Resna, Supervisor on Duty saat itu, diantar ke ruangan VIP yang nyaman sekali, bisa sambil nonton TV dan disuguhi banyak camilan pula :) Setelah berkonsultasi dengan dr. Shinta, kami sepakat untuk mengatasi masalah skin aging ini terlebih dahulu, yaitu keratosis seboroik di sekitar mata dan pipi. Karena kalau untuk masalah jerawat, menurut dr. Shinta jerawat saya masih tergolong wajar, jadi bisa diatasi nanti setelah masalah dengan bercak-bercak hitam ini selesai.

Pertama kulit dibersihkan, lalu diolesi krim anestesi, dan dibiarkan sekitar 30-45 menit sampai kulit wajah terasa kebal. Setelah itu, saya diantar ke ruangan tindakan untuk penyinaran. Proses penyinarannya berlangsung sekitar 15-30 menit saja. Karena tidak semua bintik hitam saya minta untuk dihilangkan, hanya beberapa sekitar 7-10 bintik hitam yang agak besar dan jelas. Untuk bintik-bintik yang ada di sekitar kelopak mata, karena kelopak mata tidak ikut diberi krim anestesi, tidak saya minta untuk disinar. Saya takut sakit soalnya hehehe... Rasanya seperti terkena percikan minyak panas saat menggoreng ikan. Ih, ibu-ibu banget sih ya, analoginya. Oke deh, saya ralat. Rasanya seperti terkena percikan kembang api. Panas dan perih sedikit. Selama disinar, mata saya ditutup perban. Setelah selesai, wajah saya dikompres kapas basah lalu dibersihkan dan diolesi krim antibiotik. Selama proses penyinaran, dr. Shinta sangat komunikatif dan menenangkan, begitu juga dengan para perawat yang mendampingi, semuanya ramah dan komunikatif.

 
 
Saya lalu diantar kembali ke ruangan, dan menerima obat berupa Mupicor Cream dan Erha2 Facial Wash. Total biaya yang dikeluarkan untuk satu kunjungan ini Rp2.822.300 (sudah termasuk biaya administrasi Rp15.000 dan biaya konsultasi VIP Rp450.000). Mungkin untuk biaya laser CO2 nya sendiri, biayanya bervariasi tergantung kondisi wajah.


Di erhaclinic Pondok Indah ini terdapat Children's Room, jadi untuk seorang mama seperti saya tidak perlu kuatir kalau membawa anak. Kalau anak bosan menunggu dan menonton TV di kamar, anak-anak dapat bermain di Children's Room ini. Ruang tunggunya nyaman dan selain itu juga ada Food Corner yang menyediakan makanan dan minuman yang enak. Saya sempat mencicipi Macaroni Schotelnya, porsinya cukup banyak dan rasanya OK. 

Menurut dr. Shinta, bekas laser ini akan berbentuk bopeng (seukuran bintik hitam yang dilaser) dan akan menjadi luka yang terasa agak perih selama sekitar 1-2 minggu. Luka akan mengering dan berwarna hitam dan akan terasa gatal tapi tidak boleh digaruk karena luka akan mengelupas dengan sendirinya. Dalam waktu 3-4 minggu pasca laser CO2, biasanya kulit sudah pulih dan kembali normal; tapi bila dalam 4 minggu itu ada keluhan, saya diminta kembali lagi untuk kontrol. Bintik hitamnya sendiri akan memudar, dan bisa saja kembali menghitam. Jadi memang diperlukan perawatan yang rutin dan menghindari paparan sinar matahari langsung. Kita harus menjaganya dengan rajin minum air putih, makan buah dan sayur, membersihkan wajah, memakai sunblock, topi, sunglasses dan memakai pakaian yang tertutup dan nyaman bila harus keluar dan berurusan dengan sinar matahari, misalnya berolahraga outdoor.
OK deh, semoga luka bekas laser ini cepat pulih dan nggak ada keluhan yang serius. 
Kita lihat 2 minggu lagi, bagaimana perkembangannya. 
Semoga kulit wajah ini makin sehat dan segar deh ya. Aamiin :)