Tuesday, July 23, 2019

How to Discover Your Child’s Potential

Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu.
- Ali Bin Abi Thalib

Label-label negatif sering terucap secara sengaja maupun tidak oleh orangtua ditujukan kepada anaknya; seperti menyebut anak nakal, pemalas, atau bahkan bodoh. Ketika orangtua mengajar anak di rumah seringkali mereka menemukan anaknya mengalami kesulitan dalam belajar.
Misalnya ketika di rumah anak sudah menguasai materi namun saat di sekolah tidak dapat menyelesaikan materi tersebut. Persoalan-persoalan inilah yang kadang membuat orangtua melabeli anaknya secara negatif. 



Idealnya tiap orangtua perlu mengetahui profil kognitif anaknya, agar kesulitan belajar anak dapat difasilitasi atau disediakan dukungan yang sesuai dan tepat.
Bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya peran kemampuan kognitif dalam mencapai kesuksesan belajar dan mengajar, AJT CogTest dan mamacomm menyelenggarakan bincang-bincang santai pada tanggal 18 Juli 2019 di Rojiro Cafe, Cimanggis. Acara yang bertemakan “How to Discover Your Child’s Potential” ini ditujukan bagi para orangtua yang memiliki anak usia sekolah di kawasan Cimanggis Depok dan sekitarnya. Psikolog AJT CogTest, Diana Lie, memberikan materi selama 1 jam lebih dengan diakhiri sesi tanya jawab dan pembagian hadiah dari @pestabaca.



Dalam materinya, Diana menekankan bahwa dalam kesuksesan anak terdapat peran orang tua, peran pendidik di sekolah dan anak itu sendiri. Dijabarkan juga teori mendidik Baumrind, yang membagi gaya mendidik menjadi 4 kategori yaitu otoriter, otoritaria/demokratis, permisif, dan neglect (tidak peduli). Orang tua wajib memahami terlebih dahulu profil anaknya agar selanjutnya dapat membantu atau mengarahkan anak dengan tepat, berdasarkan minat anak bukan berdasarkan kemauan orang tuanya. 



Acara ini dipandu oleh MC Zata Ligouw yang sudah menggunakan AJT CogTest beberapa bulan lalu untuk mengetes Sabil, anaknya, Zata merasakan manfaat dan dapat mengaplikasikan rekomendasi yang tertera dalam hasil laporan tes AJT CogTest. Diketahui Sabil memiliki kemampuan auditori yang cukup bagus sehingga membantu proses belajar di rumah untuk menunjang prestasi akademisnya di sekolah. Mengetahui Ibu Zata tergabung juga dalam komunitas blogger, ia berharap kelak orangtua-orangtua lainnya juga dapat memahami profil kognitif anaknya terlebih dahulu agar dapat membantu anak mencapai potensinya sesuai kelemahan dan kekuatan anak.


Ari Kunwidodo selaku Direktur Utama PT Melintas Cakrawala Indonesia menyampaikan, “Tema How to Discover Your Child’s Potential diangkat karena banyak orang tua yang bersemangat membantu anaknya untuk sukses namun ternyata upayanya justru kadang membuat anak itu sendiri menjadi enggan berusaha lebih giat. Diharapkan setelah acara ini, para orang tua yang datang dapat berbagi ilmu mengenai parenting ke orangtua yang lain dan sadar pentingnya memahami profil kognitif anak sejak dini.”


So, how to discover our child's potential?









Dan beberapa buku dari @pestabaca ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan potensi belajar anak-anak kita:



Oh ya, bagi penggemar Chris Evans, Film "Gifted" bisa jadi rekomendasi untuk ditonton berhubungan dengan tema sharing session kali ini loh :)
Terima kasih melintascakrawala.id untuk sharing sessionnya yang bergizi! Sampai bertemu di sharing session bersama mamacommid selanjutnya!
 


Tuesday, May 07, 2019

Kiat Anti Boncos di Bulan Ramadan


Senang sekali tanggal 2 Mei 2019 lalu saya diundang ke #TUMBloggersMeetUp di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan yang bertajuk "Belanja Cerdas dan Hemat di Bulan Ramadan Bersama Hero Group". Acara yang dipandu oleh Astrid Tiar dan Arie Kunil ini menghadirkan perencana keuangan Ligwina Hananto yang memberikan tips mengelola keuangan di Bulan Ramadan.

Menurut Mbak Wina ada 3 perubahan perilaku konsumsi di Bulan Ramadan di luar pengeluaran bulanan rutin:

1. Pengeluaran Rutin
Pengeluaran untuk makan siang dan transportasi yang menurun namun beralih ke meningkatnya pengeluaran untuk belanja rumah tangga karena kecenderungan untuk menyediakan hidangan yang lebih baik.

2. Lifestyle
Pengeluaran untuk makan di luar beralih ke pengeluaran untuk acara buka puasa bersama yang lebih sering.

3. Sosial
Pengeluaran untuk kegiatan sosial cenderung lebih besar di Bulan Ramadan.
Agar #RamadanAntiBoncos siapkan dan atur dana-dana tersebut dengan cermat dan manfaatkan berbagai penawaran menarik dari HERO Group selama Bulan Ramadan ini.

“Ramadan adalah momen istimewa yang selalu ditunggu oleh mayoritas keluarga Indonesia dan hal ini biasanya beriringan dengan peningkatan pola konsumsi masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan pengeluaran yang berbeda dari bulan-bulan biasanya.
Memahami kebutuhan tersebut, HERO Group melalui empat unit bisnisnya : Hero Supermarket, Giant, Guardian, dan IKEA menawarkan solusi belanja cerdas dan ekonomis yang dapat memberikan dampak signifikan bagi keuangan pelanggan,” Ungkap Hadrianus Wahyu Trikusumo, Direktur PT Hero Supermarket Tbk.

Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sendiri membutuhkan banyak persiapan dan tentu saja memberi dampak pengeluaran yang tidak sedikit, ditambah lagi untuk pos-pos yang tidak terduga. Untuk itulah empat unit bisnis HERO Group memberikan berbagai penawaran menarik bagi pelanggan, diantaranya:

• Hero Supermarket

Mengusung program Pasar Ramadan 30 days of discovery, yang merupakan program promosi dengan minimum pembelanjaan Rp 300.000 berhak untuk melakukan pembelian produk yang sudah ditentukan dengan harga spesial. Selain itu terdapat program promosi Tematik 30 Days of Discovery selama periode Ramadan yaitu dari tanggal 29 April – 6 Juni 2019 dengan menghadirkan ribuan produk berkualitas dengan merek terbaik. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan kunjungi website www.herosupermarket.id

• Giant

Menawarkan ribuan produk dengan harga terjangkau melalui program Belanja Murah Bulan Berkah, serta Pasar Ramadan Berlimpah Berkah dan Santap Segera Saat Berbuka dimana Giant menghadirkan menu-menu baru dari kategori makanan siap Saji dengan sajian yang menggugah selera dan harga yang murah. Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi website www.giant.co.id.

• Guardian

Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan merawat kecantikan selama Ramadan, Guardian menghadirkan berbagai inspirasi menarik melalui program Fit & Cantik Selama Ramadan. Ada ratusan produk dengan diskon spesial sampai 30% dan berbagai tips untuk menjaga tubuh tetap fit & cantik selama Ramadan. Promo akan berlangsung pada periode 25 April – 22 Mei 2019. Selain itu ada juga promo +1000, dimana pelanggan cukup menambahkan Rp 1000 dan mendapatkan produk kedua secara gratis untuk ratusan produk favorit. Untuk info dan penawaran lengkapnya, ikuti Instagram: @guardian_id.

• IKEA

Untuk menyempurnakan perabot rumah tangga di bulan Ramadan, IKEA memberikan penawaran terbatas untuk pembelian wajan IDENTISK dari harga Rp 499.000 menjadi Rp 399.200 dari tanggal 26 April-5 Mei 2019. Tidak hanya itu saja, dapatkan Gift voucher IKEA senilai Rp 1.500.000 untuk setiap pembelian METOD Kitchen dengan minimum pembelian Rp 15 juta dan kelipatan Rp 5 juta selama periode 25 April – 26 Mei 2019 dan akan banyak penawaran menarik lainnya selama bulan Ramadan yang akan selalu di update melalui website www.IKEA.co.id.


Menurut Mbak Wina, ada 4 financial skill yang harus kita kuasai; menghasilkan uang, membelanjakannya, berbagi, dan menabung. Karena harga naik di Bulan Ramadan memang terjadi setiap tahun, sudah sewajarnya kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kita harus sudah menyiapkan dana dari sebelum puasa. Jadi ketika ada promo diskon dari berbagai supermarket, bisa kita manfaatkan dana yang sudah disiapkan agar lebih hemat. 

Jangan lupa untuk cek pengeluaran yang harus ditambal. Kalau ternyata pos pengeluaran yang naik lebih besar daripada yang turun, coba ditambal dulu dengan Dana Darurat yang dimiliki! Dana Darurat yang terlihat sepele ini dapat menjadi penyelamat di saat kondisi keuangan sedang tidak baik. Apabila tidak memiliki Dana Darurat, dapat ditambal dari uang Tunjangan Hari Raya (THR).
Begitu pula dengan mengatur waktu berbelanja sebelum Ramadan atau di awal Ramadan. Seperti membeli kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, menyiapkan THR, berbelanja pakaian dan lain sebagainya. Selain harga lebih murah, suasana berbelanja lebih santai dan tentu tidak akan sepenuh ketika sudah dekat Idul Fitri. Ibadah kitapun lebih fokus dan tidak terganggu dengan acara belanja.

Ada tips praktis dari Mbak Wina; bahwa untuk pengeluaran Hari Raya, gunakan THR, bukan gaji. Konsepnya: pemasukan tahunan (THR) digunakan untuk pengeluaran yg sifatnya tahunan juga (Idul Fitri); jangan lupa sisihkan untuk kurban dan biaya sekolah anak mengingat Idul Fitri kali ini berdekatan waktunya dengan kenaikan kelas.

Tentu saja promo-promo tersebut di atas harus kita manfaatkan secara bijak sesuai dengan kebutuhan kita untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hidup yang lebih baik.
"Berbelanjalah dengan cermat dan bijak, dan jangan terlena.", tutup Mbak Wina.

“Kami harap melalui acara ini para peserta dapat meningkatkan pengetahuan cara mengelola keuangan yang cerdas dan tepat di bulan Ramadan, dan jangan lewatkan berbagai penawaran menarik dari Hero Supermarket, Giant, Guardian dan IKEA dengan harga yang bersahabat. Kami ucapkan selamat beribadah puasa di bulan Ramadan penuh berkah bagi yang menjalankan,” tutup Hadrianus Wahyu Trikusumo.


Terima kasih The Urban Mama dan HERO Group atas ilmunya, juga terima kasih atas berbagai goodies menarik dan kesempatannya mengikuti acara ini.

Wednesday, August 15, 2018

#IbuBerbagiBijak: Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera


Tahukah Mama bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia telah meningkat dari 21.8% pada tahun 2013 menjadi 29.6% pada tahun 2016? 
Meskipun begitu, sayangnya tingkat literasi keuangan perempuan jauh lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki ( perempuan 25.5% dan laik-laki 33.2%).


Karena itulah, senang sekali pada 8 Agustus 2018 lalu, bersama #TUMBloggersMeetUp The Urban Mama dan Visa Indonesia, saya kembali menjadi bagian dari Kampanye #IbuBerbagiBijak yang pada tahun ini fokus pada edukasi pengelolaan keuangan bagi ibu rumah tangga. Bersama pakar keuangan Prita Ghozie (Financial Educator) dan Jenahara Nasution (Womenpreneur), kita para ibu rumah tangga yang berperan sebagai Menteri Keuangan di rumah diajak untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan kita dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha.


Ada 5 hal penting tentang keuangan rumah tangga dan perusahaan yang perlu kita pelajari dan sikapi secara bijak:
1.      Keuangan
Belajar membuat anggaran dasar belanja, mengevaluasi keuangan secara berkala,merencanakan keuangan, mengenali patokan dasar anggaran keuangan, dan cara membuat anggaran musiman dengan mudah.
2.      Simpanan
Mengetahui dasar soal tabungan dan menabung yang benar, menemukan jenis tabungan yang tepat, mengetahui cara mudah menumbuhkan uang, merencanakan dana darurat sebagai dana cadangan di masa genting, dan merencanakan pengeluaran sesuai dengan tujuan.
3.      Utang Piutang
Mengenali perbedaan kartu debit dan kartu kredit dan cara menikmati semua manfaatnya, mengetahui cara kerja kartu kredit, skor kredit dan cara memepertahankannya agar tetap baik, mengetahui cara membangun kredit yang sehat untuk rapor kredit yang sehat, menjaga kredit tetap akurat, sehat dan aman, mengenali berbagai beban utang dan metoda penyelesaiannya, bebas dari utang dan cara membangun ulang kredit untuk menyelamatkan kondisi keuangan, tahu harus kemana untuk konseling kredit.
4.      Keamanan
Mengenali dan mengantisipasi penipuan perbankan, cara menghindari penipuan perbankan, ikut mencegah menjamurnya target pencurian data perbankan, cara aman menghindari pencurian data pribadi perbankan ketika traveling, dan mengetahui cara menghadapi penipuan data perbankan.
5.      Perlindungan
Melindungi investasi dengan asuransi jiwa, memilih asuransi investasi yang tepat, memilih perusahaan investasi terpercaya, melindungi investasi dengan cara alokasi aset, dan mengetahui perlindungan hukum tentang menanam investasi dan menjadi investor di Indonesia.


Untuk memiliki kondisi keuangan yang sehat, kita perlu melakukan Financial Check Up secara berkala dengan mengevaluasi hal-hal berikut:
1.      Utang
Cek pinjaman produktif dan cicilan berada di bawah 30% penghasilan perbulan.
2.      Biaya Hidup lebih kecil daripada Pemasukan
Biaya hidup maksimal 50% dari penghasilan, dan paham tentang prioritas keuangan.\
3.      Memiliki Dana Darurat
Dana darurat minimal 3x pengeluaran rutin dan berbentuk kas.
4.      Memiliki Tabungan
Memiliki tabungan untuk rencana dan tabungan untuk masa depan.


 Alokasikan penghasilan bulanan secara ideal seperti berikut untuk memiliki perencanaan keuangan secara cermat dan tertata:
1.      5% untuk zakat, infak, sedekah
2.      10% untuk dana darurat dan asuransi
3.      30% untuk biaya hidup
4.      30% untuk cicilan pinjaman
5.      15% untuk investasi
6.      10% untuk gaya hidup

Beberapa tips keuangan praktis bagi Ibu Rumah Tangga:
1.      Bedakan antara keinginan dan kebutuhan, berpegang teguh dan prioritaskan kebutuhan, dengan ini kita akan mampu berhemat dan tabungan tidak mudah habis.
2.      Ciptakan tujuan bulanan akan membantu kita melacak arah pengeluaran dalam satu bulan; sehingga kita dapat memangkas beberapa pos yang biayanya dapat ditekan.
3.      Agar belanja online tak membuat tabungan kosong, Mama dapat mengalokasikan dana khusus (budgeting), memilih pembayaran yang tepat, memanfaatkan voucher diskon, set E-Banking untuk transaksi tertentu, dan berbelanja bersama teman untuk berbagi ongkos kirim.
4.      Secara tidak sadar, perempuan banyak menghabiskan uang untuk produk perawatan kecantikan; siasati agar pengeluaran ini menjadi lebih hemat dengan membuat list, memilih produk multifungsi, memanfaatkan sampel, tidak mudah tergoda rayuan iklan, dn mengalokasikan dana khusus.
5.      Hemat bumbu dan makanan agar uang tak habis sia-sia; biasakan keluarga makan di rumah, memasak sesuai porsi, masak makanan yang tak mudah basi, belanja sesuai list, belanja bulanan dalam jumlah besar, menetapkan budget harian dan menggunakan promo toko.
6.      Sisihkan uang setiap bulan meski tak seberapa untuk dana darurat; karena dana darurat tidak bisa dipastikan jumlahnya dan akan berubah sesuai situasi keuangan.
7.      Ajari anak-anak menabung; jadi teladan, membiasakan sejak dini, menggunakan uang saku sebagai media, tegas, membuatkan tabungan dan beri insentif untuk menambah semangat anak menambah saldo yang mereka miliki.
8.      Teliti semua tagihan dan pastikan kebenarannya, karena walaupun sudah terhubung dengan sistem, bisa saja terjadi kesalahan yang dapat merugikan. Segera laporkan ke pihak bank bila terjadi kesalahan.
9.      Untuk mengatasi masalah utang yang jumlahnya cukup besar, konsultasikan pada bank atau financial planner untuk mendapatkan solusi terbaik.
10.  Miliki investasi yang memiliki pricing power dengan jangka waktu yang lama untuk meminimasi efek dari inflasi. Pilih lembaga investasi yang sudah terdaftar di OJK agar pemerintah dapat melindunginya jika suatu ketika ada krisis keuangan nasional maupun internasional.


Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menambah penghasilan rumah tangga; kita dapat bekerja secara aktif, menjadi investor ataupun menjadi womenpreneur. Bagi Mama yang akan memulai usaha, pertimbangkan bidang yang spesifik; hobi dan kesukaan, cek pasar, dan jam kerja. Kenali juga untung dan ruginya; pisahkan keuangan pribadi dan usaha, memiliki catatan arus kas yang rapi, juga pertimbangkan modal investasi dan biayanya. Pertimbangkan juga bila mama ingin menjalankan usaha dengan bermitra atau sendiri, juga asal modal. Jenahara menambahkan agar mama memiliki restu dan dukungan dari suami dan keluarga untuk menjalankan usaha ini, selain itu juga nikmati proses dan bersabar; karena tidak ada usaha yang instan.

Beberapa tips keuangan pebisnis yang dapat dirangkum dari workshop kali ini antara lain:
1.      Memiliki rencana pengeluaran
2.      Tidak memiliki utang konsumtif
3.      Memiliki tabungan dan investasi
4.      Memiliki dana darurat
5.      Memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa


Pada akhirnya, hal yang terpenting bukanlah berapa banyak jumlah uang yang kita peroleh, melainkan bagaimana cara kita mengelola dan berapa banyak uang yang dapat kita gunakan.
Terima kasih The Urban Mama dan Visa Indonesia untuk kesempatannya menjadi bagian dari Kampanye #IbuBerbagiBijak untuk berbagi informasi mengenai pentingnya literasi keuangan terutama untuk para ibu. Semoga beberapa poin yang dapat saya rangkum di atas dapat membantu kita semua untuk memiliki kondisi keuangan yang sehat dan terhindar dari kemiskinan.

Tuesday, June 20, 2017

Tea; A Hug in A Cup




Sejak punya anak sekitar 9 tahun lalu, bisa dikatakan saya tidak pernah ikut acara bukber lagi selain acara bukber di kantor. Pernah ikut 3 kali dalam 9 tahun ini, bukber  teman-teman SMA di Bandung, bukber The Urban Mama Bandung, dan bukber The Urban Muslimah di Jakarta. Sudah, itu saja.
Daripada berbuka puasa di luar, saya lebih suka berbuka puasa di rumah, bersama keluarga. Untuk urusan ibadahpun, lebih khusyu' bila dikerjakan di rumah. Waktu, tenaga, dan biaya juga lebih hemat :) Ya memang dasar saya orangnya rumahan banget, mager kalau ngga penting-penting amat. Malah salah satu sepupu saya pernah bilang, kalau ada kebakaranpun sepertinya saya akan tetap mengunci diri di dalam kamar. Lalu beberapa teman saya bilang, pasti kamu lagi kreatif teu puguh ya di kamar. Rasanya betah aja berlama-lama di kamar, di rumah. Bisa bebas ngapa-ngapain.
Menu berbuka juga standar, teh manis hangat dan makanan manis seperti kurma dan buah-buahan. Shalat Tarawih lebih suka di rumah, berjamaah bersama suami. Karena dia sampai rumah pasti di atas pukul 8 malam. Jadi bisa shalat tarawih dengan tenang, tidak terburu-buru. Enaknya jadi makmum, cuma ikut-ikutin gerakan dan bacaannya imam aja. Ga perlu mikir-mikir mau baca doa apa dan ga perlu ingat-ingat ini sudah rakaat keberapa :D
Sesekali di malam libur setelah Tarawih, kami pergi motoran berdua buat ngeteh-ngeteh manja di seputaran Cibubur. Tetap ya, minumnya teh manis hangat. Rasanya seperti dipeluk, hangat dan menenangkan sekali, ngeteh bersama orang-orang yang kita sayang. Ngobrol-ngobrol gak penting, kadang ngga ngobrol juga, cuma main-mainin HP menikmati malam.
Kalau sudah mulai digigitin nyamuk dan berasa masuk angin gitu, baru deh kita pulang.
Bagaimana dengan malam-malam Ramadanmu?

Friday, June 09, 2017

Maaf Ibu



Nonton video kolaborasi Anggun Cipta Sasmi & Andien Aisyah di lagu Kasih Ibu @PanteneID & Downy di http://tiny.cc/maafibu, membuat saya teringat pada almarhumah ibu.
Foto ini diambil suster RS sesaat setelah saya lahir. Ini foto favorit ibu, karena mata saya terbuka & sadar kamera! :)
Sejak saat itu, ibu yang selalu wangi & kuat ini adalah my very BFF.  Bersahabat dengannya selama 29 tahun, adalah my heaven on earth.
Hubungan saya dengan ibu adalah hubungan mother-daughter yang ideal, #RelationshipGoals kalau kata anak muda masa kini. 

Ibu adalah ibu peri, berlama-lama melewatkan waktu bersamanya adalah surga dunia. Menyenangkan. Rasanya saya tak perlu punya banyak-banyak teman di luar sana, cukup bersama ibu.
Ibu merawat saya dengan sangat baik, dari hal-hal besar sampai hal-hal kecil seperti perawatan rambut dan pakaian.
Saya ingat dari kecil saya terbiasa dikrimbat oleh ibu, memakai rempah-rempah kelapa, lidah buaya, urang aring, cemceman dan jeruk nipis. Ibu juga rajin mengepang rambut saya dengan model rupa-rupa dengan pita, bando dan jepit berwarna-warni :) Menurutnya rambut adalah mahkota, jadi harus dirawat agar sehat dan kuat. Kebiasaan merawat rambut ini terus berjalan sampai akhir hayatnya; kami memiliki jadwal ke salon setiap weekend.
Begitu pula dengan pakaian. Ibu suka sekali menjahitkan pakaian untuk saya. Saya akan mendesain modelnya dan ibu menjahitnya. Pakaian ibu selalu bagus-bagus dan wangi. Saya ingat saya sering memakai pakaian ibu dan ibu akan mendandani dan memotret saya. Sampai sekarang, saya masih menyimpan beberapa pakaian dan selimut ibu karena wanginya yang khas.
*****

Sampai saat ibu divonis menderita penyakit kanker tiroid stadium akhir, dan memilih tidak menceritakannya pada saya dan adik saya,  agar kami tidak khawatir.
Enam bulan sebelum kepergiannya, ibu berubah.  Lebih sering "pergi kencan" bersama bapak, sering melewatkan our pillow talk session, dan sering lupa pada hal-hal yang saya ceritakan.
Belakangan saya baru tahu bahwa penyakit ibu serius. Kencannya dengan bapak adalah hari-hari terberatnya untuk menemui dokter dan merencanakan operasi untuk mengangkat kankernya. Seringnya ibu melewatkan sesi pillow talk karena ia sedang mengonsumsi puluhan obat yang membuat ingatannya menurun drastis dan mudah mengantuk karena kanker yg dideritanya :(

Maaf Ibu, tak angkat telponmu. Menjawab ketus saat kau menelponku.
Maafkan aku, jarang beri waktu. Ngobrol denganmu, bertanya kabarmu.
Sering tak sabar saat kau bicara. Kadang lupa ulangtahunmu.
Maafkan aku, sering tidak pulang.
Sedang sibuk, selalu jadi alasan.

Ketika ibu dioperasi, saya sedang sibuk mengerjakan laporan di kantor sehingga tidak sempat mengecek HP dan membalas smsnya. 
Sesaat sebelum masuk ke ruang operasi, ibu mengirim teks:
"Ibu takut."
Setelah itu HP ibu dipegang bapak. Menyesal sekali tak sempat menjawab telepon ibu. 

Setelah itu hari-hari pasca operasi dan kemoterapi terasa berjalan lambat - membuat saya semakin jauh dari ibu, karena ibu lebih banyak melewatkan hari-harinya menginap di RS daripada di rumah. Katanya, di RS banyak perawat, dokter, juga alat-alat dan obat-obatan, jadi tidak perlu khawatir. Selain itu ibu juga tidak ingin merepotkan orang-orang di rumah untuk merawatnya.
Ketika menemani ibu dalam kondisi koma di rumah sakit, berbagai mesin dan alat bantu sudah menempel di tubuhnya. Dalam terpejam, dengan napas tersengal-sengal,  Ibu terlihat sangat kuat berjuang ingin segera sadar dan sembuh, agar bisa menjalani hari-hari serunya bersama saya ke salon, berbelanja, menemani ke dokter kandungan (karena saat itu saya sedang hamil tua), jalan-jalan dan baking bersama.

Saat itu saya sadar, begitu banyak pengorbanan ibu untuk saya. Saya harus segera melepas dan merelakan ibu untuk kebahagiaannya. Saya memeluk dan membisikkan #MaafIbu di telinganya.
#MaafIbu saya terlalu menuntut banyak, #MaafIbu saya tidak dapat  menemaninya di hari-hari terberatnya. 
Saya memeluknya lama sekali, saya menciumnya dan mengatakan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya selama hidupnya. Banyak sekali.
Dalam terpejam ibu mengeluarkan air mata dan esoknya 11 Mei 2009, ibu pergi dalam damai, dengan senyuman di wajah cantiknya.
We were raised by strong women.

#PanteneDownyXTUM
#TUMPhotoContest

Friday, May 26, 2017

10 Resep Mudah Meriah Blue Band No-Oven Cake and Cookie






Saya selalu jatuh cinta pada kue-kue kering Lebaran, terutama Kue Nastar, Kastengel dan Putri Salju. Rasanya Lebaran nggak lengkap tanpa kehadiran kue-kue kering itu. Kok bisa jatuh cinta? Karena saya memang punya memori istimewa tentang kue lebaran ini bersama Almarhumah Ibu.
Salah satu hobby Ibu adalah baking. Saya ingat ketika saya batita, Ibu mengajak saya baking. Ibu mendudukkan saya di atas meja makan, memberi saya cetakan dan penjepit kue, adonan, tepung, gula halus dan Blue Band. Maksudnya agar saya anteng bermain dan nggak ngedot melulu, juga agar Ibu bisa fokus mwmbuat kue. Tapi namanya anak-anak ya, begitu lihat Ibu sibuk, tangan saya iseng nyolek-nyolek gula dan Blue Band untuk dijilat-jilat,  dan akhirnya tangan saya tergores irisan kaleng Blue Band. Ingat kan, kemasan Blue Band jaman dulu yang penutup bagian atasnya harus diiris dulu untuk membukanya?
Ibu panik sekali, saya langsung digendong dan diobati pakai "obat merah". Saya menangis sekencang-kencangnya bukan karena sakit, tapi karena takut obat merah. Nah, takut obat merah ini gara-garanya Ibu menyapih saya dengan cara mengoleskan obat merah pada pay*d*ranya. Ibu lalu memeluk dan menyusui saya, agar saya tenang. Saya selalu ingat aroma tubuh Ibu yang wangi kue. Itulah mengapa sampai dewasa saya selalu suka mencium perut Ibu, karena enak seperti kue :)
Bekas luka di tangan kanan saya itu masih membekas sampai sekarang, tiap lihat bekas luka itu, saya selalu ingat wangi Ibu.
Sampai saya dewasa, Ibu selalu mengajak saya untuk baking bersamanya. Masuk Bulan Ramadhan, Bapak pasti sudah belanja berkardus-kardus bahan untuk membuat kue dan juga berkaleng-kaleng Blue Band. Sekitar dua minggu menjelang Lebaran, Ibu selalu membuat berstoples-stoples besar kue nastar berbentuk daun untuk dibagikan pada saudara-saudara Bapak di kampung. Ibu juga membuat berstoples-stoples nastar dan kastengel yang dipajang di lemari kaca, tutup stoplesnya disegel pake selotip, lalu lemari kacanya dikunci. Katanya itu untuk tamu Lebaran, dan saya juga kakak-kakak tidak diperbolehkan makan kue banyak-banyak, nanti sakit perut dan sakit gigi, katanya. Waktu itu saya sempat ngambek sama Ibu, rasanya nggak adil karena saya menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menjepit-jepit kue nastar berbentuk daun yang jumlahnya beratus-ratus setiap harinya. Selain itu saya pula yang harus membersihkan sisa baking di dapur, termasuk menyapu dan mengepel lantai yang lengket-lengket itu. Menurut Ibu dapur itu harus selalu bersih. Begitu pula dengan alat-alat bakingnya, termasuk membersihkan oven milik Ibu yang besar sekali. Kebayang kan, repotnya mencuci alat-alat baking? Lalu saya hanya kebagian kue-kue yang gagal, agak gosong-gosong, dan kue adonan terakhir yang ukurannya sengaja saya buat ukuran jumbo dengan isi selai nanas yang banyak! Hahaha...
Makin hari, kami hanya membuat sedikit kue saja, hanya untuk persediaan di rumah. Karena keluarga Bapak di kampung sudah pintar membuat nastar dan kastengel sendiri. Lalu  bentuk nastar yang kami buat bentuknya tidak daun lagi, lebih sederhana, hanya berbentuk bola dan diberi tangkai dari cengkeh. Lebih praktis, meskipun menurut Ibu tidak sempurna :) Puncaknya adalah saat malam takbiran. Bapak selalu minta dibuatkan kue tart untuk dimakan setelah shalat Ied. Jadilah saya dan Ibu selalu menghias kue tart sambil ikut bertakbir. Sesekali cekikikan sambil membahas kebiasaan Bapak yang selalu ingin dibuatkan kue tart untuk Lebaran. Kayak lagi ulang tahun aja, kata Ibu.
Namun meskipun proses pembuatan kue-kue lebaran penuh drama, momen seperti itulah yang ternyata ingin saya pertahankan. Selalu ada kue-kue lezat untuk dinikmati saat berkumpul bersama keluarga tercinta saat Lebaran.


Akhir pekan lalu The Urban Mama mengajak saya untuk mengikuti #TUMBloggerMeetUp di Lucy In The Sky kawasan SCBD dengan tema #ResepMudahMeriah bersama Blue Band Cake and Cookie. Menjelang Bulan Ramadhan, pasti banyak ibu-ibu yang ingin membuat kue Lebaran tapi alat masak yang dimiliki di rumah jumlahnya terbatas. Contohnya tidak punya oven.
Namun Blue Band memberi solusi dengan memperkenalkan 10 resep Blue Band No Oven Cake and Cookies (blueband.co.id/dapurnooven)
untuk membuat kue Lebaran tanpa harus menggunakan oven. Ternyata dengan panci pengukus (kukusan) di rumah, kita sudah bisa membuat kue yang sama lezatnya lho! Rahasianya adalah hanya dengan membasahi sedikit dasar panci dengan 2 sendok makan air agar tidak gosong.
Setelah melihat demo dari Chef Anjani, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan ditantang untuk membuat kue yang sudah ditentukan. Kelompok saya diminta untuk membuat Kastengel yang resepnya bisa dilihat di blueband.co.id. Resepnya cukup mudah dimengerti. Kamipun langsung membagi tugas agar pekerjaan cepat selesai.




Sambil menunggu Kastengel yang sedang dikukus, kami menghias stoples dan mencicipi kue-kue Lebaran dari Blue Band yang tersedia. Resep-resep kue ini dikembangkan oleh Chef Anjani, untuk membantu para ibu agar bisa membuat kue Lebaran mudah meriah tanpa harus menggunakan oven.
Rasanya ternyata benar-benar seperti kue lebaran buatan Ibu! Bedanya adalah, No Oven Cake and Cookie ini lebih empuk, tidak se-crunchy kue yang dioven. Namun kue ini tidak hanya ‘cantik’ bentuknya, tapi memang mempertahankan cita rasa klasik. Mantap deh!
Jadi penasaran dengan hasil Kastengel yang kelompok kami buat :)


Blue Band Cake & Cookie ini dibuat khusus untuk membuat kue. Perpaduan sempurna margarin dan butter, sehingga memberi aroma harum dan rasa yang lembut khas butter, tanpa perlu menggunakan butter! Tersedia dalam 3 ukuran, 200 gram, 1 kg dan 2 kg dengan aksen berwarna oranye dan gambar kue pada kemasan.



Pada akhir acara, MC mengumumkan pemenang tantangan membuat kue. Senang sekali karena ternyata Kastengel dari kelompok saya jadi juara ketiga! Kami dapat hadiah stoples kaca dan voucher belanja. Benar-benar akhir pekan yang sangat menginspirasi, terimakasih Blue Band!
Untuk teman-teman yang ingin mencoba #ResepMudahMeriah Blue Band No Oven Cake and Cookie ini silakan langsung kunjungi  blueband.co.id/dapurnooven.