Showing posts with label the urban fit. Show all posts
Showing posts with label the urban fit. Show all posts

Monday, April 13, 2015

Pocari Sweat Run Indonesia 2015


Minggu 29 Maret 2015 yang lalu saya mengikuti Pocari Sweat Run Indonesia 2015 untuk kategori 5K individual bersama #mamarunners #CantikPerkasa The Urban Mama. Campaign Pocari Sweat Run yang diusung kali ini adalah #saferunning; yaitu edukasi tentang cara berlari yang benar, memastikan kita merehidrasi dalam jumlah yang cukup, dan mengenali heat stroke dan pertolongan pertama untuk heat stroke.


Pocari Sweat Run Jakarta menyediakan bus pengantaran bebas biaya bagi para peserta lomba. Saya dan Zata berangkat dari Cilandak Town Square menuju lokasi lomba di ICE - BSD City. Bus berangkat pukul 4.15, perjalanan menuju BSD cukup lancar, sekitar satu jam kami sudah sampai di lokasi lomba. Kami sampai ketika adzan subuh berkumandang dari tenda mushala yang disediakan panitia lomba. Setelah menitipkan tas kami sempat berkeliling dan foto-foto. Fasilitas yang diberikan cukup rapi dan lengkap,  mulai dari toilet, mushala, tampat penitipan tas, tenda P3K, dan tenda-tenda sponsor juga photo booth.




Setelah berkumpul, kami berjalan menuju garis start, tak lupa berfoto-foto di start line bersama #mamarunners #CantikPerkasa. Melakukan senam pemanasan yang pimpin oleh instruktur dari #saferunning Pocari Sweat, dan lomba lari untuk kategori 10K dan 15 menit kemudian dilanjutkan dengan 5K dimulai. Oh ya, seperti biasa, di kilometer pertama ini saya melipir-melipir cantik. Tidak seperti saat Jakmar yang lalu, saat ini peserta lomba tidak terlalu banyak, jadi nafas tidak terlalu sesak. Saya melipir hanya untuk berjaga-jaga saja, agar tidak sesak nafas :) Saya berlari bersama Mia dan Zata, sesekali saya berlari duluan. Sepertinya kami berada dalam pace yang hampir sama. Masih bisa berlari sambil mengobrol dan foto-foto. Sudah tahu kan, kalau saya pecinta sinar matahari pagi? Senang sekali loh, berlari sambil menikmati sinar matahari pagi. Pemandangan saat lomba ini agak lain, biasanya pohon-pohon rindang di Cibubur dan sekitarnya, saat ini pemandangannya perumahan dan gedung perkantoran di BSD, tidak terlalu banyak pohon. Ada sih, tapi kecil-kecil :( Untungnya masih pagi, jadi tidak terlalu masalah, karena masih teduh.

 


Di KM 2, ada beberapa penabuh drum yang memberikan semangat, dan setiap 1.5KM selalu ada hydration point. Karena ini hanya 5K fun run, rasanya tidak ada drama dan injury. Sepanjang jalan saya mengobrol dengan Mia dan Zata. Finish juga bersama-sama, langsung  menuju tempat pembagian medali dan handuk finisher, juga refreshment area dan langsung menghabiskan 2 buah pisang (lapar ya, neng?). Oh ya, medali dan handuk finishernya bagus, deh.


Finish time 50 menit, artinya banyak jalan kaki yaa... memang bukan PB saya. Asli, ini fun run banget, seperti lari pagi biasa. Setelah itu, bedakan dan foto-foto bersama #mamarunners walaupun nggak full team, karena beberapa ada yang sudah pulang duluan takut terjebak macet.

 mamah eka pupuran dulu biar tampangnya ga ironis.. ahahahha...



Secara keseluruhan, saya puas dengan event ini. Tempatnya racenya memang cukup jauh ya, kalau dari Cibubur. Tapi pantia lomba cukup sigap dengan memberikan fasilitas bus antar jemput, meskipun drop pointnya kurang banyak (maksudnya pengennya ada drop point di Cibubur aja gitu hehehe...). Track larinya juga gersang, ya mungkin karena saya terbiasa lari di antara pepohonan rindang, jadi udaanya terasa agak berat, nggak sesegar kalau berlari di Cibubur. Sekali-kali bikin dong, event lari di Cibubur, di Buperta gitu, kan asyik, lebih dekat rumah dan udaranya jauh lebih segar.

Terima kasih, Pocari Sweat dan Run ID race management untuk eventnya yang rapi. Terima kasih juga Adidas Indonesia untuk support pakaian dan sepatunya yang nyaman.

Wednesday, March 25, 2015

Road to Pocari Sweat Run Indonesia 2015

Cibubur Runners Tee

Tiga bulan terakhir ini, karena pagi hari sering hujan, saya jadi agak jarang lari pagi. Seringnya sih, maksain. Pagi hari begitu hujan reda, walaupun kesiangan saya langsung cuss lari pagi sendirian. Nah,  awal bulan ini, saya mulai semangat lari lagi karena Hari Minggu tanggal 29 Maret 2015 nanti saya akan mengikuti Pocari Sweat Run Race 2015 di ICE-BSD bersama #mamarunners #theurbanmama.  Memang sih, hanya ambil kategori hore-hore 5K, tapi kan tetap saja harus latihan minimal seminggu 2 kali. 

Capri Breeze The Urban Mama #TUFShirt

Enzo's Birthday Run tanggal 2 Maret itulah yang membuat saya semangat untuk berlari lagi. Lalu disusul dengan Wedding Anniversary Run tanggal 18 Maret, lalu race tanggal29 nanti, dan katanya sih, tanggal 4 April nanti akan ada lomba senam bersama ibu-ibu di Monas. Jadi, race dan celebration itu memang membuat semangat kita menyala lagi. Saking  semangatnya, kadang kalau lari saya langsung cuss aja gitu, gak pakai topi/ visor atau sun block.

Senam pagi bersama Ibu-ibu RW :)

Selain lari pagi, saya juga jadi semangat ikut senam di Balai RW bersama eyang-eyang dan ibu-ibu se-RW sini :). Senamnya seru, kalau becek, pakai kursi, nggak pakai mat. Oh ya, lagunya asyik sih, lagu-lagu nostalgia. Jadi bukan lagu senam dangdut koplo yang bikin pucing pala barbie itu. Setelah selesai senam, ada acara pijat-pijatan juga, ahahaha..seru banget deh ini. Intinya sih, olahraga biar badan sehat dan hati senang, dan tentu saja, #SafeRunning, no injury, less drama, tetap cantik dan bergincu :)


Pijat2an punggung selesai senam :)







Thursday, March 19, 2015

8th Wedding Anniversary

 Garmin Vivofit & Road Id


18 Maret 2015. Pagi yang cerah ceria :)

18 Maret 2007 - 18 Maret 2015, alhamdulillah sudah 8 tahun menikah dengan Pop. Sama seperti tahun lalu, hari ini saya merayakannya dengan lari-lari kece bersama Dante. Kenapa lari, sih? Karena ini salah satu cara saya bersyukur atas nikmatnya sinar matahari pagi dan oksigen yang melimpah, juga atas nikmat kesabaran dan kebersamaan kami sebagai satu keluarga. Ya, selain tergila-gila dengan Pop dan Enzo Dante, saya juga tergila-gila dengan sinar matahari pagi dan udara segar di pagi hari. Hahaha... please deh.


 Pakai #TUFshirt the urban mama.
Muka dan pose kita berdua pikasebeleun yaa..


Dante ngga sekolah hari ini, batuk-batuk dan beringus. Tapi ingin sekali ikut lari pagi dan berjanji akan jadi fotografernya Mama :D Jadi kita hanya muter-muter cantik, cantik, muter lagi muter lagi, cantik, cantik... #sepertiituh sampai 3.18 KM. 


Kenapa hanya 3KM? Ngga 18 KM aja seperti ibu-ibu hits lainnya?  Ya, saya sih memang hits, tapi 3KM aja lah  #maujadiapaah :D

Semoga seterusnya bisa runniversary bareng Pop dan atau anak-anak. Semoga kami selalu dikumpulkan dalam kebaikan dan keberkahan, dan semoga loooove melulu!Aamiin.

Tuesday, December 09, 2014

My 1st 5K Fun Run Medal: #WaktunyaBergerak with Anlene




7 Desember 2014 yang lalu, saya mengikuti #WaktunyaBergerak Anlene 5K Fun Run bersama #mamarunners. Ini adalah medali 5K pertama saya, setelah sebelumnya malah ikut race yg 10K dan Half Marathon 21.1K. Ih belagu yaa...



Senang sekali ikut fun run kali ini. It was really fun! No pressure, run happy, no drama, no injury, start pretty, finish prettier!


Saturday, November 08, 2014

Morning Routines

Mengantar anak-anak ke sekolah di pagi hari kini menjadi kegiatan rutin saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Jadwal anak-anak yang kejar-kejaran menuntut saya untuk "menunggui" mereka sampai pulang sekolah.

Sesekali saya berkumpul dan have a chit-chat dengan sesama ibu orangtua murid yang menunggu juga. Tapi sepertinya duduk-duduk mengobrol selama berjam-jam di pagi hari tidak cocok dengan saya yang super aktif ini :) Yang ada saya malah keasyikan mengobrol sambil terus mengunyah, masuk angin dan menguap lalu terkentut-kentut sendiri. Jadi saya mengisinya dengan lari-lari atau jalan pagi cantik. Apalagi saya memang suka sekali dengan udara dan sinar matahari pagi. Yang penting maju-maju cantik. Gitu.



Salah satu spot favorit untuk lari pagi adalah lapangan SOS ini. Berlari-lari berkeliling di sini cukup membosankan. Tapi lari di sini praktis dan mudah. Ramai dengan orang-orang yang berolahraga, juga ramai dengan pedagang makanan dan minuman. Selain itu lokasinya juga strategis, dekat dengan gerbang tol dan mall. Jadi lapangan ini selalu ramai. Walaupun berlari sendiri, tetap ada pelari atau bikers lain yang menemani.
Saya menyukai pepohonan di sekeliling lapangan SOS ini. Rindang dan rimbun. Damai melihatnya, terutama saat cuaca sejuk dengan langit berwarna vanilla seperti pagi ini.


Sesekali saya bertemu teman lari dari #burners; Cibubur Runners yang merupakan bagian dari Indorunners. Mengobrol sambil berlari. Senang. Melengkapi segarnya pagi. 

 

Monday, October 27, 2014

My 1st Half Marathon: Jakarta Marathon 2014





H-7 menuju Jakarta Marathon, kok saya baru sadar ya... kalau 21K itu jauh juga. Kalau dihitung-hitung, hampir sama lah, dengan jarak jadwal rutin antar-jemput anak-anak ke sekolah, les, belanja sayur dll. Tapi bedanya ini nggak naik angkot atau ojek, ini lari. Gitu.

Harusnya H-7 itu sudah mulai persiapan nabung-nabung tenaga dan cukup istirahat. Tapi malah stress dan ga bisa tidur cepat. Kalau urusan makan sih, pastinya ga ada masalah. Tapi ya sudahlah, pasrah saja. Toh ini hanya lari, event resmi dan pasti kalau ada apa-apa, akan banyak orang yang bantu.


Super excited karena #mamarunners dapat support dari Adidas Indonesia untuk #BOOSTJakarta dengan #energyBOOST-nya. Selain itu kita juga dapat running tees special edition dengan nama masing-masing di bagian punggung. Proud to be part of Jakarta Marathon 2014. Terima kasih, Adidas Indonesia. Let's #BOOSTJakarta, #mamarunners!


The race day, saya bangun jam 2 pagi. Mandi, shalat Tahajud dan makan. Jam 3 dijemput Zata dan langsung cuss ke Monas. Sempat mampir ke toilet dan shalat Subuh di tenda khusus. Acara tepat waktu, start jam 5 teng. Pesertanya banyak sekali, berdesak-desakan di start line. 

Di KM 1, peserta masih padat dan berdesakan. Saya itu alergi debu-debuan, termasuk human & horse dander. Seorang Mas runner yang berkeringat dan bau ketiak nggak sengaja menyenggol pelipis saya. Yah, langsung deh, saya tersugesti untuk sesak napas dan tenggorokan saya terasa kering sekali. Akhirnya saya menepi jalan pelan-pelan untuk minum dan menunggu sampai jalanan nggak terlalu penuh. Saya memisahkan diri dari #mamarunners, lari sendiri. Tertinggal jauh dari mereka. Sedih.


Tapi yang namanya sedih kan ga boleh berlarut-larut. Saya mulai disalip deh sama pelari lain. Memutuskan untuk menikmati oksigen pagi saja, malah tambah sesak napas, udara kali bau limbah. Mau nangis rasanya. Daripada nangis di jalan gitu kan malu, saya dengerin musik aja deh, sambil nyanyi-nyanyi. Lumayan mulai bisa menikmati lari sendiri waktu melewati daerah Kota Tua. Asyiknya di situ ada pertunjukan barongsai, dan ada ibu-ibu yang minta foto bareng. Dikiranya saya Fatin X Factor ahahaha...pasti gara-gara danger suara saya yang merdu menyayat qolbu deh :D


Di KM 9, mulai terpisah dengan pelari kategori 10K. Yah, makin jarang-jarang deh pelari yang menemani saya. Matahari mulai bersinar, saya keluarkan deh si kecemete item biar ngga silau. Di KM 12, mulai ramai orang-orang dan kendaraan lalu lalang. Water Station juga masih jauh di depan. Haus juga, mampir di tukang es deh, jajan Aqua. Karena banyak jalan; karena memang ga mungkin lari juga sih, tar malah jatuh dan keserempet mobil motor yang lewat; kaki mulai terasa berat untuk diajak lari. Mulai dari situ lari-jalan-lari-jalan. Di KM 15, makan coklat, ketemu Sonia dan ditemani sampai finish line. Padahal, lihat orang-orang, delman dan kendaraan ramai gitu sudah nggak semangat lari. Pengennya masuk ke Monas aja ngadem sambil makan pisang. Enak kayaknya.

Sonia tetap kasih semangat, katanya #mamarunners ada sekitar 2K di depan saya. Kalau saya percepat larinya, pasti kekejar. Langsung semangat deh, lari. Kangen banget sama #mamarunners. Tapi memang jalurnya padat sekali, lagi-lagi saya harus jalan kaki, dan kaki terasa lebih kaku daripada sebelumnya. Akhirnya jalan lagi sampai di booth IndoRunners, Bang Gosal bagikan sponse, saya langsung deh cuci muka dan basahin leher bagian belakang. 

Kaki saya makin kaku, apalagi lihat banyak runners yg DNF, aduh jadi down. Sonia bilang, tetap harus jalan cepat, karena makin siang makin panas, dan anggap aja jalan pulang. Toh tetap harus ambil tas yang dititip di drop box. Iya juga sih. Sonia pegang tangan saya terus, mungkin dia takut saya jatuh. Rasanya saya pengen minta digendong aja deh, atau naik ojek. 

Begitu di bunderan menuju gerbang Monas, baru deh saya semangat lari. Dari jauh kelihatan #mamarunners yang dadah-dadah aduh terharu banget, mereka rela panas-panasan nungguin saya. Setelah dapat medali dan air, saya langsung masuk tenda medis. Dibetulin deh itu kaki yang dari tadi rewel terus. Nangis di situ. Ya Capek, ya sakit badan, juga terharu. 

Alhamdulillah, Allah begitu baik kasih saya banyak kemudahan dan selalu dikelilingi sama orang-orang baik yang penuh cinta. Di setiap event race, tentu ada kelebihan dan kekurangan. Semoga yang baik dapat terus ditingkatkan, dan yang kurang semoga dapat diperbaiki. Kalau kapok, nggak mungkin lah. Tapi insya Allah next time kalau saya mau ikut HM lagi, latihannya harus rutin dan serius. Kalau mau fun run aja, baiknya ambil 5 atau 10K saja.

#BOOSTJakarta with #energyBOOST

Jadi, rencananya saya akan berhenti ikut-ikut race dulu. Nggak PD ikut race, karena saya memang jarang sekali latihan serius. Setiap hari saya memang berlari, sekitar 30-45 menit. Banyak jalan kaki juga sih, sebenarnya. Hanya cari sehat segar dan cari keringat sedikit saja. Biar ga ngantuk nungguin anak-anak yang sedang sekolah.




Tapi, #mamarunners The Urban Mama -lah yang selalu #BOOST semangat, sampai di satu titik, entah karena kepedean atau  karena "peer pressure", saya merasa mampu untuk ikut kategori Half Marathon di Jakarta Marathon 2014. Begitu dapat izin dari suami, langsung daftar deh. Ga mikir apa-apa, just wanna have some fun and enjoy Jakarta with #mamarunners. Target saya sih, yang penting finish cantik tanpa cedera. Finish cantik tanpa cedera itu penting bagi saya, karena setelah race nanti, kegiatan saya masih banyak. Mulai dari mengurusi anak-anak dan suami, sampai mengurus keperluan domestik di rumah. Dan nggak lupa, sehari setelah race adalah Hari Senin, saatnya saya memulai kesibukan untuk seminggu kedepan. Finish cantik juga penting, masak sih, sudah lari jauh capek-capek, eh pas difoto wajahnya menyedihkan, ahahaha... minimal, walaupun larinya pelan dan terseok-seok, wajahnya agak segar cantik memesona gitu, masih #ketjeandbergincu. Ya gitu deh, biar cihuy kalau difoto :)


Senangnya bukan kepalang, waktu saya tahu bahwa Adidas Indonesia akan support #mamarunners dengan #energyBOOST-nya di Jakarta Marathon nanti. Waah..jadi semangat latihan deh, sepatunya dipakai kemana-mana, secara ya, model dan warnanya tuh eye catching dan super keren. Sepatunya empuk banget, cocok deh sama telapak kaki saya yg lebar dan rata. Jadi percaya diri untuk ikut HM perdana ini, dengan target yang penting finish!


Terimakasih, Adidas Indonesia untuk supportnya! Terima kasih juga #mamarunners untuk #energyBOOST-nya!