Showing posts with label happy weekend. Show all posts
Showing posts with label happy weekend. Show all posts

Friday, March 25, 2016

5 Tips Membawa Anak Bermain di Kidzania Jakarta


Sudah sejak lama Enzo dan Dante minta diajak bermain ke Kidzania Jakarta.  Kidzania adalah sebuah fasilitas indoor yang menyerupai replika sebuah kota yang sesungguhnya, namun dalam ukuran anak-anak, lengkap dengan jalan raya, bangunan, ritel juga berbagai kendaran yang berjalan di sekeliling kota. Kidzania berlokasi di Pacific Place Shopping Mall lt 6, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Kawasan Niaga Sudirman (SCBD), Jakarta 12190.


Kidzania adalah sebuah pusat rekreasi berkonsep edutainment yang unik bagi anak-anak usia 2-16 tahun serta orang tuanya. Dipandu oleh Zupervizor, anak-anak dapat menyelami langsung dunia kerja orang dewasa dan belajar menghargai nilai uang, seperti di dunia nyata. Di sini anak-anak menggunakan Kidzos sebagai mata uang resmi. Selain dapat belajar mengenai profesi, anak-anak juga belajar menghargai nilai uang dengan cara memilih profesi yang mereka inginkan lalu mendapatkan upah atas pekerjaan yang mereka lakukan. Upah yang mereka dapatkan ini dapat  digunakan untuk membeli barang atau menggunakan jasa yang ada di Kidzania.

Setelah tinggi badan Enzo dan Dante di atas 110cm, barulah saya mengajak mereka bermain ke sini.  Sebenarnya tinggi badan di bawah 110cm pun tidak masalah, karena di Kidzania tersedia Urbano’s House yaitu tempat bermain khusus untuk anak-anak berusia 6 tahun kebawah.  Tapi setelah mengikuti diskusi di #TUMForum di sini: http://theurbanmama.com/forum/topic216-kidzania-pacific-place-jakarta.html saya menyimpulkan bahwa establishment untuk anak-anak dengan tinggi badan di atas 110cm lebih mengasyikkan untuk Enzo dan Dante.



Di sini Enzo dan Dante memilih untuk menjadi pembalap F1, jadi mereka harus memiliki SIM A dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pocari Sweat. Setelah itu Dante harus menjalani kursus menyetir di Honda Riding School sedangkan Enzo menjadi petugas pengisi BBM di SPBU milik Pertamina. Setelah berhasil memiliki SIM A, mereka diperbolehkan untuk antre untuk diberi pengarahan dan persiapan untuk balapan. Seru sekali!




Di establishment ini anak-anak harus membayar dengan Kidzos miliknya (untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pembuatan SIM, dan mengikuti balapan), sedangkan untuk menjadi petugas pengisi BBM, Enzo diberi upah.



Setelah balapan, mereka antre untuk menjadi petugas pemadam kebakaran. Setelah diberi pengarahan, mereka naik mobil pemadam kebakaran dan membunyikan bel berkali-kali, lalu memadamkan api di sebuah gedung yang terbakar. Setelah berhasil memadamkan api, mereka terlihat terharu dan bangga.  



Setelah menjadi petugas pemadam kebakaran, mereka beralih profesi menjadi Polisi yang bertugas menangkap pencuri yang selalu kabur dari penjara. Enzo dan Dante serius sekali saat menjadi Polisi, saya yang melihat jadi ikut tegang saat Bang Napi berhasil dijebloskan ke dalam penjara, takut kabur lagi :)



Lalu mereka beralih profesi lagi, kali ini menjadi Pilot pesawat Garuda. Di sini saya tidak ikut melihat ke dalam pesawat, menunggu di luar untuk istirahat di Parent’s Lounge, dan sesekali melihat kegiatan mereka melalui layar monitor yang tersedia di luar establishment.  Setelah berhasil mendaratkan pesawat dengan baik, mereka keluar dan diberi minuman dingin juga beberapa sticker.








Setelah itu Dante menjadi Penyanyi klub saat Enzo menjadi Chiropractor, Dante menjadi Pembuat Roti saat Enzo belajar menjadi Tukang Sulap. Setelah itu mereka menjadi Housekeeper di Hotel Royal, di sini mereka belajar tentang pentingnya memelihara kebersihan ruangan dan cara membereskan tempat tidur.  Pengalaman menjadi pelayan hotel ini terbawa sampai di rumah, sekarang terlihat ada kemajuan dari cara mereka membereskan tempat tidur dan menjaga kebersihan di rumah :)


Dari situ mereka terlihat lelah, tapi mungkin belum puas bermain. Mereka memesan taksi Blue Bird dari telepon umum yang terletak di samping Gedung Teater, lalu mengelilingi Kidzania lalu turun dan masuk ke gedung teater untuk menonton pertunjukkan Alice in The Wonderland sampai selesai. 




Lalu mereka menjadi interior desainer  di Nippon Paint Interior Design. Di sini mereka belajar mengecat dan mengatur ruangan sehingga terlihat rapi dan menarik. Pengalaman menjadi interior desainer ini juga terbawa sampai ke rumah, karena sekarang Enzo dan Dante jadi lebih rapi dalam membereskan buku dan mainannya di rumah.


Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat mengajak anak-anak bermain di Kidzania Jakarta:

1.       Waktu Berkunjung
Saya memeriksa jam operasional dan harga tiket Kidzania pada websitenya: http://www.kidzania.co.id/. Jam operasional Kidzania pada hari Senin-Kamis adalah jam 09.00-14.00, pada saat akhir pekan terdapat 2 sesi jam 09-00-14.00 dan 15.00-20.00. Lalu saya menghubungi Customer Service untuk menanyakan pembelian tiket di hari itu, ternyata kami boleh membeli tiket langsung di tempat, kebetulan hari itu tidak ada kunjungan rombongan dari sekolah. Saya memilih waktu di Hari Jumat sesi kedua saat kegiatan anak-anak di sekolah tidak terlalu padat dan saat musim ulangan selesai. Saya sengaja tidak memilih berkunjung di musim liburan sekolah karena ingin bermain di saat pengunjung tidak terlalu padat, lagi pula pada Hari Jumat sesi kedua ini, orangtua diperbolehkan ikut masuk ke dalam beberapa establishment tertentu untuk melihat kegiatan anak. 
Anak-anak tidur siang di mobil di perjalanan dari rumah menuju Kidzania, dan begitu sampai kami makan siang dulu di food court di lantai 5. Penting untuk datang lebih awal, karena kita harus mengantre untuk check-in di Kidzania Airport, dan menukarkan tiket Kidzania dengan secarik boarding pass. Rasanya seperti di Airport betulan. 

2.       Makan Sebelum Bermain dan Tidak Membawa Makanan ke Dalam Kidzania Jakarta
Setelah memberikan boarding pass kepada crew Kidzania, tas yang dibawa harus dimasukan ke dalam scanner dan diperiksa oleh petugas. Pengunjung diberi gelang khusus dan diper bolehkan membawa air mineral, sedangkan makanan dari luar harus dititipkan di loker pada Customer Service dan dapat diambil setelah keluar dari Kidzania.
Jadi selain kondisi tubuh yang fit, penting juga untuk makan sebelum bermain, karena anak-anak akan memerlukan banyak energi untuk mengantre dan “bekerja”.
Di dalam Kidzania kita dapat menukar kupon dengan air mineral, dan tersedia juga banyak gerai makanan, dari mulai burger, pizza, ayam goreng dan nasi, juga salad dan buah potong. Anak-anak juga dapat bekerja membuat Pizza dan Roti, juga bekerja di Pabrik Teh dan Coklat untuk membawa pulang dan makan hasil masakan dan olahannya sendiri.

3.       Kenakan Pakaian dan Sepatu yang Nyaman
Di dalam Kidzania suhunya sejuk, mungkin bagi beberapa anak perlu membawa jaket. Kenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, sehingga mereka dapat bebas bergerak. Kalau bisa kenakan celana yang bersaku atau membawa dompet yang dapat dikalungkan atau tas pinggang untuk menyimpan SIM dan Kartu ATM Kidzania dan uang Kidzos agar tidak berceceran. Di dalam Kidzania banyak terdapat petugas yang berjualan dompet plastik, harganya sekitar Rp.40.000, jadi sebaiknya siapkan dompet atau tas pinggang yang ada rumah saja. Gunakan juga sepatu yang empuk dan nyaman, karena anak-anak akan banyak berjalan dan berlari di dalam sini. Bawa pakaian ganti, untuk berjaga-jaga kalau pakaiannya basah atau kotor.

4.       Tentukan Establishment  yang Akan Dicoba dan Antre Race Track di Awal dan Siapkan SIM
Sebelumnya kami sudah melihat-lihat  website Kidzania Jakarta, dan Enzo Dante tertarik untuk menjadi pembalap F1, pemadam kebakaran, polisi, pilot, montir, dokter, desainer interior, actor, dan pelayan hotel.  Rasanya hampir semua profesi ingin mereka coba. Jadi dengan merencanakan dan menentukan establishment yang akan dicoba ini, sangat membantu agar kesempatan bermain di Kidzania lebih optimal. Begitu masuk kami langsung mengunjungi Bank BCA untuk menukarkan cek, lalu berjalan mengelilingi Kidzania untuk melihat-lihat semua establishment sehingga anak-anak dapat memilih establishment yang mana yang paling menarik.
Bila anak-anak ingin menjadi pembalap, siapkan SIM dan uang saat anak-anak mengantre. Bila antrean panjang, berikan camilan yang dapat dibeli di gerai-gerai makanan yang banyak terdapat di Kidzania.
Jika belum memiliki SIM, anak-anak harus membuat terlebih dulu di Honda Riding School dan sebelumnya memeriksakan kesehatan di Pocari Sweat Hospital.

5.       Keluar dari Kidzania Sebelum Jam Operasional Berakhir
Di Immigration Departmentcrew Kidzania akan melepas gelang pengunjung satu-persatu, jadi antrean untuk keluar dari Kidzania biasanya mengular panjang. Kami keluar setelah Shalat Maghrib di Mushala yang terdapat di dalam Kidzania, jadi dapat menghindari antrean panjang dan dapat langsung melanjutkan makan malam di food court yang terdapat di lantai 5.

Semoga tips ini dapat membantu para orangtua yang ingin mengajak anak-anaknya bermain di Kidzania.

Monday, February 29, 2016

Philips HD1173, Setrika Bekerja Terlama


Hari Sabtu 20 Februari 2016 lalu di Atrium Pondok Indah Mall II Jakarta, saya menghadiri launching Setrika Philips HD1173, yaitu setrika yang daya tahannya terbukti bekerja terlama (200 jam non-stop) dari MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). 

Eric Van Houten, Maria Simanjuntak, Jasper Westerink

Proses pemecahan rekor MURI ini dimulai dengan kegiatan "Roadshow Truk Setrika Philips" yang berkeliling dan berhenti di 20 titik pusat keramaian di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Depok tanggal 22-30 Januari 2016, untuk melakukan berbagai kegiatan dengan masyarakat sekitar sambil mendemonstrasikan Philips HD1173 terbaru, #SetrikaBekerjaTerlama 200 jam non-stop, dan setrika masih dalam kondisi baik setelah digunakan selama 200 jam tersebut.


Seiring meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap mode dan penampilan, pakaian yang disetrika dengan baik dan rapi diasosiasikan dengan pembawaan diri yang lebih baik. Beberapa keunggulan Setrika Philips HD1173:
1. Didesain untuk membantu kita agar dapat menyetrika lebih mudah karena suhunya dapat disesuaikan dengan tipe jenis bahan pakaian.
2. Memiliki soleplate 4 lapisan keramik inovatif sehingga setrika dapat meluncur dengan mudah di atas permukaan kain.
3. Tahan gores sehingga 2x lebih tahan lama dibandingkan dengan setrika Philips nonstick lapis ceralon.
4. Memiliki fitur ujung runcing sehingga kita dapat menyetrika dengan cepat di antara kancing dan menjangkau area yang sulit.
5. Terdiri dari 2 pilihan warna: hitam dan fuschia.
6. Berat lebih ringan sehingga lebih nyaman digunakan.

Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, Philips terus berupaya menyediakan berbagai produk inovatif serta beragam solusi untuk meningkatkan kualitas hidup konsumen modern yang peduli dengan gaya hidup dan selalu mencari berbagai kemudahan.
Penyerahan sertifikat pemecahan rekor MURI
dan penyerahan donasi setrika Philips HD1173
kepada Lions Club Jakarta Monas Kalingga
Dalam kegiatan "Roadshow Truk Setrika Philips" ini, Philips bekerjasama dengan Yayasan Lions Club Jakarta Monas Kalingga dengan mengundang masyarakat untuk menyumbangkan pakaian bekas layak pakai. Pakaian bekas yang terkumpul telah disetrika oleh Team Philips dan akan disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu dalam acara launching Philips HD1173 ini Philips juga memberikan donasi berupa sejumlah setrika HD1173 baru kepada Lions Club Jakarta Monas Kalingga agar dipergunakan untuk kegiatan sosial.


Di acara ini, selain dapat melihat, mencoba dan membeli produk-produk Philips dengan harga promosi, pengunjung juga dapat membeli pakaian dari para perancang busana muda berbakat Indonesia: Sjully Darsono, Didiet Indira dan Ian Adrian. Selain itu, kami juga menyaksikan penampilan dari Judika dan MC Ersa Mayori yang mencoba menyetrika pakaian menggunakan Philips HD1173 (Judika menyetrika sambil menyanyi!) dan melelang pakaian mereka untuk kemudian didonasikan. 

Ditodong nyanyiin lagunya Judika sama Ersa,
no wonder lah ya, kalau wajah kita jadi begitu :D





Setelah kuping ini dimanjakan oleh suaranya Judika yang melengking-melengking sadis itu, acara ditutup dengan dimanjakannya lidah saya dengan makan siang bersama team Philips, pers dan blogger di The Goods Cafe. Beruntung sekali di acara ini saya mendapat goodies Philips HD1173 warna fuschia, wow cantik sekali! Terima kasih Philips Indonesia untuk undangannya. Semoga Philips semakin canggih, inovatif dan dan selalu dapat meningkatkan kualitas hidup orang banyak!



Saturday, May 09, 2015

Lari Pagi Lagi


Rasanya sudah lamaaaa banget gak lari pagi sama Enzo & Dante. Kangen. Kali ini kita lari pagi di Danau Rawa Indah Bukit Permai. Jalur lari yang dulu sering kita lewati. Senang deh, sekarang mereka sudah jauh lebih kuat dibawa lari agak jauh. 


Kalau difoto mereka pasti bergaya, gaya robot katanya. Jadi mukanya serius. Itu Dante celananya robek bagian bawahnya, digunting sama Enzo. *Cubit hidung Enzo*

Saturday, April 25, 2015

Laser CO2 di Erha Clinic




Sejak rutin lari pagi, makin lama di wajah saya terutama di seputar mata dan pipi tumbuh bintik-bintik hitam kecil seperti tahi lalat. Hal ini makin jelas terlihat setelah saya mengikuti Jakarta Marathon tahun lalu. Saya sudah melakukan perawatan dengan mengoleskan krim wajah, tapi memang tidak bisa langsung hilang begitu saja taburan meses-meses coklat di wajah ini. Skin aging (aging spot, freckles, ,melasma, skin tag, keratosis seboroik, dll) biasanya terjadi karena paparan sinar matahari, dan cara menghilangkannya yaitu dengan laser CO2. Saya ingin tindakan penyinaran ini dilakukan oleh dokter dan klinik/ Rumah Sakit terpercaya. Rumah Sakit bukan pilihan saya saat ini, karena agak sulit bagi saya untuk mencocokkan jadwal dokter dengan rutinitas saya sebagai homemaker; ditambah dengan waktu mengantre di Rumah Sakit yang cukup lama. Setelah browsing dan berkonsultasi dengan beberapa teman, saya memilih erhaclinic Pondok Indah untuk mengatasi masalah bintik-bintik hitam ini. Saya mengambil paket layanan Erha Priority, jadi saya hanya perlu membuat janji dengan dokter pilihan dan tidak perlu mengantre. Yay!

 photo erhaclinic Pondok Indah by Fernando Gomulya


erhaclinic Cabang Utama Pondok Indah ini terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 31 Jakarta Selatan. Untuk layanan Erha Priority hanya tersedia di Erha Clinic Pusat dan Cabang Utama. Saya membuat janji dengan dr. Shinta Damayanti, SpKK. Begitu datang saya langsung ditemani Mbak Resna, Supervisor on Duty saat itu, diantar ke ruangan VIP yang nyaman sekali, bisa sambil nonton TV dan disuguhi banyak camilan pula :) Setelah berkonsultasi dengan dr. Shinta, kami sepakat untuk mengatasi masalah skin aging ini terlebih dahulu, yaitu keratosis seboroik di sekitar mata dan pipi. Karena kalau untuk masalah jerawat, menurut dr. Shinta jerawat saya masih tergolong wajar, jadi bisa diatasi nanti setelah masalah dengan bercak-bercak hitam ini selesai.

Pertama kulit dibersihkan, lalu diolesi krim anestesi, dan dibiarkan sekitar 30-45 menit sampai kulit wajah terasa kebal. Setelah itu, saya diantar ke ruangan tindakan untuk penyinaran. Proses penyinarannya berlangsung sekitar 15-30 menit saja. Karena tidak semua bintik hitam saya minta untuk dihilangkan, hanya beberapa sekitar 7-10 bintik hitam yang agak besar dan jelas. Untuk bintik-bintik yang ada di sekitar kelopak mata, karena kelopak mata tidak ikut diberi krim anestesi, tidak saya minta untuk disinar. Saya takut sakit soalnya hehehe... Rasanya seperti terkena percikan minyak panas saat menggoreng ikan. Ih, ibu-ibu banget sih ya, analoginya. Oke deh, saya ralat. Rasanya seperti terkena percikan kembang api. Panas dan perih sedikit. Selama disinar, mata saya ditutup perban. Setelah selesai, wajah saya dikompres kapas basah lalu dibersihkan dan diolesi krim antibiotik. Selama proses penyinaran, dr. Shinta sangat komunikatif dan menenangkan, begitu juga dengan para perawat yang mendampingi, semuanya ramah dan komunikatif.

 
 
Saya lalu diantar kembali ke ruangan, dan menerima obat berupa Mupicor Cream dan Erha2 Facial Wash. Total biaya yang dikeluarkan untuk satu kunjungan ini Rp2.822.300 (sudah termasuk biaya administrasi Rp15.000 dan biaya konsultasi VIP Rp450.000). Mungkin untuk biaya laser CO2 nya sendiri, biayanya bervariasi tergantung kondisi wajah.


Di erhaclinic Pondok Indah ini terdapat Children's Room, jadi untuk seorang mama seperti saya tidak perlu kuatir kalau membawa anak. Kalau anak bosan menunggu dan menonton TV di kamar, anak-anak dapat bermain di Children's Room ini. Ruang tunggunya nyaman dan selain itu juga ada Food Corner yang menyediakan makanan dan minuman yang enak. Saya sempat mencicipi Macaroni Schotelnya, porsinya cukup banyak dan rasanya OK. 

Menurut dr. Shinta, bekas laser ini akan berbentuk bopeng (seukuran bintik hitam yang dilaser) dan akan menjadi luka yang terasa agak perih selama sekitar 1-2 minggu. Luka akan mengering dan berwarna hitam dan akan terasa gatal tapi tidak boleh digaruk karena luka akan mengelupas dengan sendirinya. Dalam waktu 3-4 minggu pasca laser CO2, biasanya kulit sudah pulih dan kembali normal; tapi bila dalam 4 minggu itu ada keluhan, saya diminta kembali lagi untuk kontrol. Bintik hitamnya sendiri akan memudar, dan bisa saja kembali menghitam. Jadi memang diperlukan perawatan yang rutin dan menghindari paparan sinar matahari langsung. Kita harus menjaganya dengan rajin minum air putih, makan buah dan sayur, membersihkan wajah, memakai sunblock, topi, sunglasses dan memakai pakaian yang tertutup dan nyaman bila harus keluar dan berurusan dengan sinar matahari, misalnya berolahraga outdoor.
OK deh, semoga luka bekas laser ini cepat pulih dan nggak ada keluhan yang serius. 
Kita lihat 2 minggu lagi, bagaimana perkembangannya. 
Semoga kulit wajah ini makin sehat dan segar deh ya. Aamiin :)

Monday, April 13, 2015

Pocari Sweat Run Indonesia 2015


Minggu 29 Maret 2015 yang lalu saya mengikuti Pocari Sweat Run Indonesia 2015 untuk kategori 5K individual bersama #mamarunners #CantikPerkasa The Urban Mama. Campaign Pocari Sweat Run yang diusung kali ini adalah #saferunning; yaitu edukasi tentang cara berlari yang benar, memastikan kita merehidrasi dalam jumlah yang cukup, dan mengenali heat stroke dan pertolongan pertama untuk heat stroke.


Pocari Sweat Run Jakarta menyediakan bus pengantaran bebas biaya bagi para peserta lomba. Saya dan Zata berangkat dari Cilandak Town Square menuju lokasi lomba di ICE - BSD City. Bus berangkat pukul 4.15, perjalanan menuju BSD cukup lancar, sekitar satu jam kami sudah sampai di lokasi lomba. Kami sampai ketika adzan subuh berkumandang dari tenda mushala yang disediakan panitia lomba. Setelah menitipkan tas kami sempat berkeliling dan foto-foto. Fasilitas yang diberikan cukup rapi dan lengkap,  mulai dari toilet, mushala, tampat penitipan tas, tenda P3K, dan tenda-tenda sponsor juga photo booth.




Setelah berkumpul, kami berjalan menuju garis start, tak lupa berfoto-foto di start line bersama #mamarunners #CantikPerkasa. Melakukan senam pemanasan yang pimpin oleh instruktur dari #saferunning Pocari Sweat, dan lomba lari untuk kategori 10K dan 15 menit kemudian dilanjutkan dengan 5K dimulai. Oh ya, seperti biasa, di kilometer pertama ini saya melipir-melipir cantik. Tidak seperti saat Jakmar yang lalu, saat ini peserta lomba tidak terlalu banyak, jadi nafas tidak terlalu sesak. Saya melipir hanya untuk berjaga-jaga saja, agar tidak sesak nafas :) Saya berlari bersama Mia dan Zata, sesekali saya berlari duluan. Sepertinya kami berada dalam pace yang hampir sama. Masih bisa berlari sambil mengobrol dan foto-foto. Sudah tahu kan, kalau saya pecinta sinar matahari pagi? Senang sekali loh, berlari sambil menikmati sinar matahari pagi. Pemandangan saat lomba ini agak lain, biasanya pohon-pohon rindang di Cibubur dan sekitarnya, saat ini pemandangannya perumahan dan gedung perkantoran di BSD, tidak terlalu banyak pohon. Ada sih, tapi kecil-kecil :( Untungnya masih pagi, jadi tidak terlalu masalah, karena masih teduh.

 


Di KM 2, ada beberapa penabuh drum yang memberikan semangat, dan setiap 1.5KM selalu ada hydration point. Karena ini hanya 5K fun run, rasanya tidak ada drama dan injury. Sepanjang jalan saya mengobrol dengan Mia dan Zata. Finish juga bersama-sama, langsung  menuju tempat pembagian medali dan handuk finisher, juga refreshment area dan langsung menghabiskan 2 buah pisang (lapar ya, neng?). Oh ya, medali dan handuk finishernya bagus, deh.


Finish time 50 menit, artinya banyak jalan kaki yaa... memang bukan PB saya. Asli, ini fun run banget, seperti lari pagi biasa. Setelah itu, bedakan dan foto-foto bersama #mamarunners walaupun nggak full team, karena beberapa ada yang sudah pulang duluan takut terjebak macet.

 mamah eka pupuran dulu biar tampangnya ga ironis.. ahahahha...



Secara keseluruhan, saya puas dengan event ini. Tempatnya racenya memang cukup jauh ya, kalau dari Cibubur. Tapi pantia lomba cukup sigap dengan memberikan fasilitas bus antar jemput, meskipun drop pointnya kurang banyak (maksudnya pengennya ada drop point di Cibubur aja gitu hehehe...). Track larinya juga gersang, ya mungkin karena saya terbiasa lari di antara pepohonan rindang, jadi udaanya terasa agak berat, nggak sesegar kalau berlari di Cibubur. Sekali-kali bikin dong, event lari di Cibubur, di Buperta gitu, kan asyik, lebih dekat rumah dan udaranya jauh lebih segar.

Terima kasih, Pocari Sweat dan Run ID race management untuk eventnya yang rapi. Terima kasih juga Adidas Indonesia untuk support pakaian dan sepatunya yang nyaman.