Memiliki 2 batita bukan berarti tahu segalanya. Tapi, beberapa teman dekat keukeuh bertanya pada saya mengenai anything about baby; dan dengan pede dan sotoynya saya akan selalu berusaha untuk memberi jawaban yang memuaskan. Lalu karena tidak puas, mereka akan bertanya lagi pada saya pada keesokan harinya, dan seterusnya. Capedeh...
Beberapa hari setelah melahirkan bayinya, seorang teman; sebut saja si A; bertanya pada saya tentang posisi menyusui yang benar. Dia keukeuh ingin menyusui bayinya, tapi gak bisa karena menyusui yang benar itu harus sambil duduk tegak. Sedangkan untuk duduk tegak, dia tidak bisa, karena alasan medis. Posisi menyusui dengan bergaya duduk tegak itu bener2 dianjurkan perawat di rumah sakit tempat dia melahirkan beberapa hari sebelumnya. Dan katanya, perawat jutek itu memarahinya habis2an melihatnya menyusui sambil berbaring. Entah karena mood swing atau post partum depression, teman saya yang malang itu tidak sadar bahwa perawat jutek itu tidak ikut pulang ke rumahnya, dan tidak akan memarahinya lagi bila melihat dia menyusui bayinya sambil berbaring. Akhirnya, masalahpun selesai, diputuskan untuk menyusui sambil berbaring, posisi apapun yang paling nyaman bagi dia dan bayinya.
Beberapa waktu kemudian teman saya itu; ehm.. iya.. masih si A; bertanya lagi tentang bingung puting. Katanya bayinya bingung puting, saya juga ikutan bingung. Saya pikir bayinya terlalu sering melihat puting2 yang lain sehingga kebingungan seperti itu. Then she found out that her baby is shock berat karena putingnya terlalu besar. Oh well, saya rasa dia cuma mau nyombong kalo sekarang payudaranya jadi segedombrang Pamella Anderson atau Dolly Parton. Saya tidak bisa banyak membantu, hanya menyarankan untuk mendatangkan seorang Konselor Laktasi untuk membantunya relaktasi.
Sepertinya ide tersebut bukanlah ide yang bagus, karena teman saya ini ;iyaa.. si A; malah meneruskan pertanyaannya. Dia tanya, kenapa harus relaktasi? Setelah ngobrol east and west geje-geje akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa dengan usia bayi yang masih di bawah 6 bulan, bingung puting itu harus diwaspadai karena bila bayi tidak menyusui langsung ke payudara, maka stimulasi untuk produksi ASI berkurang, sehingga tubuh ibu akan menyesuaikan diri dan akhirnya kegiatan menyusuipun terhenti. Memang gak ujug2 berhenti sih, tapi berhentinya akan lebih cepat dari pada ibu yang menyusui bayinya secara langsung. Karena normalnya, wanita sehat normal akan berhenti menyusui pada saat bayi berusian sekitar 2 tahun. Dua tahun adalah waktu ter-pas yang sudah disetting oleh Sang Maha Pencipta untuk menyusui. Pada saat itu banyak proses terjalani, perubahan hormon ibu akan menyesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi.
Lalu teman saya ini; eergh.. si A; nanya lagi: 'Ngomong apaan sih Ka? teu ngarti. kan intinya ngasih ASI buat bayi. Mau itu lewat botol, dot, gelas, sendok, ato langsung dari payudara yang penting ASInya dapet. dan kalo gak lewat PD yang penting rajin pumping kayak gue.'
Lalu kembali kita ngobrol2 penuh canda tawa bersama, karena kita sama2 teu ngarti.
Dengan mengumpulkan sisa2 kecerdasan masa lampau yang pernah jadi kecengannya seorang calon selebritis, akhirnya kita menyimpulkan bahwa menyusui lewat PD itu penting karena memperkuat bonding ibu dan anak, melatih kecerdasan emosi ibu dan anak, membantu ibu mengembalikan fungsi2 tubuhnya, dan membantu perkembangan mulut bayi, dan melatihnya untuk konsentrasi, berstrategi dan berekspresi. Intinya, hanya dengan sekali action yaitu menyusui, maka beribu2 pulau terlampaui. aih, ter-la-lu gak sih.
Jadi sebenarnya, menyusui itu bentuk kemudahan dari Allah SWT buat kita para ibu untuk mendidik anak. Dengan menyusui langsung, ibu bisa belai2 sambil doktrin anaknya dengan nasehat2 baik, yang pastinya akan dapat perhatian penh dari bayi, karena si bayi gak bisa gak ngelepas nenennya dong. beda kalo bayi dinasehatin sambil nyusu pake botol, males banget kali dia ngedengerin suara ibu ngasih nasehat, mending juga dia fokus sama botol susunya ;)
selain itu komposisi ASI setiap hari berbeda, maka bayi akan berstrategi gimana cara nyedot ASI yg paling asyik, dengan cara itu dia belajar mengatasi masalah. belum lagi kalo dia kesel karena bentuk payudara ibunya yang kurang cihuy, ibu dan bayi akan sama2 belajar mengatasi emosinya, ibu berusaha menenangkan bayi dengan nyari posisi latch on yang pewe, dan bayi akan belajar mengatasi emosinya dengan bekerja sama nyari posisi yang paling pewe.
Menyusui langsung dari payudara memerlukan kemampuan menyedot yang baik dari bayi, bayi akan belajar menggunakan rahangnya, gusinya, lidah dan organ2 dalam mulutnya untuk mengatasi aliran ASI yang deras atau lambat, komposisi ASI yang berbeda2 dalam satu sesi menyusu (fore milk dan hind milk), pokoknya seru banget sehingga menstimulasi pertumbuhan gigi dan bentuk rahang juga kemampuan berbicara bayi. wiiy..cenggiii!
Jadi, ibu gak perlu repot2 beli rupa2 botol susu, nipple karet atau silikon, macem2 flash card atau soft book untuk mengajarinya konsentrasi dan berbicara, dan lain2nya...that's why saya menyebutnya kemudahan.
Beberapa hari yang lalu teman saya itu jadi pendonor ASI untuk seorang bayi yang ususnya luka dan hanya bisa diobati oleh ASI. wah,keren sekali ya... di bulan yang baik ini bisa menyumbang ASI berbotol2. walaupun banyak tanya, saya senang mendengarnya kembali bersemangat ber-ASI.
Tentang kebingungan lain dialami oleh bukan teman saya; uuuy.. ketauan ya kalo saya temennya cuma satu, iya si A itu; sebut saja si Fulan (siapa sih dia?). Ah, aneh ya pake nama si Fulan, ganti aja yuk, jadi si Fellow. Nah si Fellow ini suka banget minum susu bubuk. Tapi kebingungan juga saat melewati koridor susu bubuk di supermarket. Dia seorang muslim walaupun tidak berjilbab, tapi pengen sekali menjadi soleha. Nah susu bubuk Soleha keluaran Hi-Lo ini diperuntukkan bagi mereka yang berjilbab dan tampak soleha. Merasa tersudut dengan image brand tsb, akhirnya dia pilih Anlene Gold karena walaupun belum berusia 50+ dia merasa udah mulai osteoporosis - giginya.
ahahaha.. cerita absurd apa ini.
ahahaha.. cerita absurd apa ini.
Nah, bagi saya penggemar susu UHT keluaran Ultra Jaya, sistem pemasaran susu bubuk di Indonesia ini bener2 keterlaluan ya. bikin bingung semua orang, temen saya dan bukan temen saya aja dibikin bingung. Macem2 pula, ada susu untuk bayi 0-6 bulan, 0-12 bulan, 123, 456, 7+, 17+, Berjilbab, 18-49, 50+, terlalu di-ada-ada-in banget yaa..
menurut saya, susu bubuk itu terbuat dari susu yang dikeringkan, mengandung banyak bahan pengawet, rantai produksinya lebih panjang daripada susu segar dan bisa juga dipakai sebagai kokain pura2 di film2 Indonesia atau sinetron2 gitu.
Oh ya, ada satu kesimpulan hasil ngobrol2 dengan para pendukung ASI dan para pendukung ASI namun tidak suka terintimidasi dengan kampanya ASI; yaitu:
Ibu yang berhasil menyusui bayinya dengan lancar jaya maupun yang tidak lancar, dihimbau agar tidak ngata2in bayi sufor dengan sebutan anak sapi. karena sebagian ibu yang merasa tubuhnya segar bugar seperti sapi akan merasa kurang nyaman bila disamain dengan sapi.
Begitu pula dengan ibu2 yang karena ini dan itu dan sesuatu hal, sehingga tidak menyusui dan akhirnya memilih sufor untuk bayinya, agar tidak melimpahkan kekesalan akan kegagalannya memberikan ASI dengan ngata2in ibu2 supporter ASI dengan sebutan breastfeeding nazis.
Karena istilah anak sapi dan breastfeeding nazis are not cool and sometime hurts, however, good mothers don't say it.

Post nya menghibur.. makasih ya mbak udah share. salam kenal ya.. :)
ReplyDeletehahahaha eka lucu deh ceritanya. btw susu hi lo untuk berjilbab maksdnya gimana ntuh, hubungannya apa berjilbab dgn minum susu coba.Tapi untunglah walaupun banyak nanya tapi tetep mau menyusui. Kalo temen gw ada tuh udah nanya2 ribet tentang ASIP, manajemen ASIP blabla ujung2nya bilang "riweuh ya?" trus akhirnya ga dipraktekin dgn alesan "hoream riweuh" huuu....
ReplyDeletetermasuk ibu yg gagal ngasih ASI eksklusif untuk anak pertamaku.. :(
ReplyDeletetapi bertekad buwat bisa ASIX untuk anak kedua.. moga2 kesampaian.. amiiiin
good article...
ReplyDeletei like !! sangat informatif dan menghibur.
salam kenal eka :-))
@darina: salam kenal juga, darina! makasih udah sempet2in mampir ke ekadeau :) seneng deh, blognya disapa2 sama the famous darina :)
ReplyDelete@dinni: hihihi.. iyaa..ada lho, judulnya hilo soleha :) jadi kalo pengen jadi wanita saleha harus minum susu itu.. ada2 aja ya marketing system zaman sekarang
@** : mudah2an anak keduanya sukses ASIX ya, & sehat2 semuanya :)
@t3ttynur: makasih udah mampir yaa.. seneng bisa menghibur :) salam kenal, Tetty :)