Saturday, November 27, 2010

sayuuuurrr...!

Setiap hari, Mbak Tukang Sayur lewat di depan rumah Ibu Mertua. Menurut MIL, berbelanja sayuran lewat si Mbak ini jauh lebih hemat dari pada berbelanja sayuran di supermarket (ehm... MIL gak tau kalo kita belanja sayuran di supermarket itu karena gesek dan ada cash back hihihi...). 

Stock sayuran si Mbak lumayan lengkap, mencukupi kebutuhan pelanggan kalau hanya untuk menu rutin kayak sayur sop, capcay, kangkung, bayam, tahu, dan tempe (Hidup Tahu Tempe!!!). 

Ternyata, memasak itu gak sesulit yang saya bayangkan. Memang benar, faktor 'jam terbang' memegang pengaruh penting :) Saya juga baru mengerti sekarang, kenapa setiap orang selalu memuja masakan ibunya. Almarhumah ibu saya masakannya biasa-biasa saja, cenderung tawar dan rebus-rebusan atau kukus-kukusan (karena riwayat kesehatan Bapak tidak membolehkan Bapak untuk makan makanan yang pedas dan too spicy). Sedangkan MIL selalu memasak masakan yang pedas dan spicy. 
Tapiii...saya selalu cinta masakan kedua ibu saya itu. Saya berasumsi, bahwa setiap ibu di dunia ini selalu memasak dengan cinta; yaaa.. mungkin juga dengan sedikit sentuhan kecap Bango, Vanilie, dan penyedap rasa :)

Maka, memasaklah dengan cinta; dan selalu siapkan kecap Bango, Vanilie, Masako, dan Royco di lemari dapur kita. Bumbu-bumbu tersebut kadang-kadang menjadi penyelamat; terutama ketika hasil masakan kita terasa sedikit beracun :)))
Hidup MSG!

No comments:

Post a Comment