Udah lama banget gak gambar2. Pegang alat tulis/ gambar aja udah jaraang banget.
Saturday, October 12, 2013
Wednesday, October 02, 2013
Dante Berbatik
Dante sangat mengidolakan Papa dan Kakak Enzo. Karenanya, ia senang sekali saat kemeja batik Kakak dilungsurkan untuknya. Dante juga semangat sekali memakai celana panjang dan kemeja batik sehabis mandi pagi. Ia ingin tampil rapi, seperti Papa yang setiap hari Senin mengenakan kemeja batik ke kantor. Dante sudah bisa memakai pakaian sendiri, lho! Ia juga sudah bisa mengancingkan bajunya. Setelah memakai baju, dia biasanya bertanya, "Sudah rapi, Ma?", sambil berputar.
Dante juga sudah bisa menyisir sendiri rambutnya, dan menyemprotkan wangi-wangian ke bajunya. Lho, koq menyemprotkan wangi-wangian ke bajunya sih, bukan ke badannya? Iya, karena kulit Dante dan Enzo (dan kami semua) memang sensitif, jadi tidak bisa terkena cairan pewangi. Walaupun begitu, tetap keren koq :)
Oh ya, batik ini pemberian Eyang Nur saat Enzo berusia 1 tahun. Jadi, usianya sudah hampir 5 tahun. Selain keren, kemeja batik ini kuat juga ya!
Friday, July 05, 2013
Lumpia Pisang Keju
Minggu ini, kami bermalam minggu di rumah saja karena di
luar hujan deras dan Dante sedang tidak enak badan. Saya membuatkan Pop
dan Enzo Dante teh manis dan pisang goreng untuk camilan sambil menonton
film. Karena persediaan tepung habis, maka saya menggunakan kulit
lumpia untuk membungkus pisang dan keju parut. Membungkusnya dengan
kulit lumpia lebih praktis untuk saya, karena keju parutnya tidak
berceceran dan bentuk pisang gorengnya lebih rapi. Maklum, saya agak
repot menggoreng pisang memakai campuran terigu biasa, seringnya
matangnya tidak rata dan pisangnya jd bersatu padu di dalam wajan :D
Bahan-bahan:
Pisang
Keju
Kulit Lumpia
Minyak goreng
Pisang
Keju
Kulit Lumpia
Minyak goreng
Cara Membuat:
Kupas pisang, belah dua bagian
Parut keju
Bungkus pisang dan keju dengan 2-3 lembar kulit lumpia agar tidak robek
Olesi sedikit air ujung kulit lumpia agar tidak terlepas
Panaskan wajan, goreng
Tiriskan
Kupas pisang, belah dua bagian
Parut keju
Bungkus pisang dan keju dengan 2-3 lembar kulit lumpia agar tidak robek
Olesi sedikit air ujung kulit lumpia agar tidak terlepas
Panaskan wajan, goreng
Tiriskan
*saya menggunakan keju cepat leleh, jadi begitu digigit terasa ada lelehan keju di lidah, yummie!
*bila pisang kurang manis, tambahkan gula aren dalam bungkusan
*bila pisang kurang manis, tambahkan gula aren dalam bungkusan
Monday, June 03, 2013
Resep Sup Kacang Merah (Brenebon)
Kacang merah adalah salah satu bahan makanan kesukaan keluarga di rumah. Selain Es Kacang Merah/ Ogura , kacang merah juga dapat diolah menjadi sup kacang merah atau sup brenebon (bruine = coklat, bonen = kacang merah).
Brenebon adalah masakan khas Belanda yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia bagian timur yang berupa sup yang terbuat dari kacang merah dengan bumbu sup dan daging. Saya menggunakan daging sapi untuk sup brenebon ini.
Bahan:
500 g kacang merah
500 g tulang iga sapi berdaging
Bumbu:
2 buah pala, memarkan
4 buah cengkih
4 batang daun bawang, potong-potong
3 batang seledri, ikat jadi satu
5 siung bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih
Margarin untuk menumis
Merica, Garam dan Gula secukupnya
Bahan Tambahan:
1 buah tomat, belah empat
2 buah wortel, potong bulat tipis
2 buah kentang, potong dadu
Cara membuat:
1. Bersihkan kacang merah, rebus sampai matang, rendam selama 1 malam.
2. Cuci iga sapi dan rebus sampai matang.
3. Masukkan kacang merah yang telah direbus dan diredam selama 1 malam.
4. Tumis bumbu dan masukkan pala dan cengkih, garam dan gula, kemudian daun bawang dan seledri.
5. Goreng bawang merah dengan margarin, setelah matang, tuang bersama margarinnya ke dalam sup.
6. Bila daging sudah terpisah dari tulang iga, matikan api dan angkat untuk dihidangkan.
Catatan:
- Agar sup brenebon menjadi kental, haluskan sebagian kacang merah dan kentang, lalu dimasukkan kembali.
- Karena saya tidak menggunakan cabe rawit, maka saya menggunakan wortel dan tomat agar warna supnya tidak terlalu keruh.
- Saya tidak menggunakan kentang ke dalam sup, karena kentang dapat menghambarkan rasa sup. Jadi saya mengolahnya menjadi perkedel kentang dicampur sisa daging sapi.
- Saya tidak menggunakan cengkih, saya menggantinya dengan kayu manis.
Saturday, June 01, 2013
Gurame Woku Belanga
Bahan:
1 kg ikan gurame
1 ruas jahe ditumbuk halus
1 buah jeruk nipis
Bumbu:
Haluskan:
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
3 butir kemiri
1 batang daun bawang
2 batang serai dimemarkan
5 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
10 lembar daun kemangi
1 butir tomat (potong-potong)
2 siung bawang merah (goreng)
250 cc air matang dingin
5 sendok makan minyak untuk menumis
Garam, gula & merica secukupnya
Cara membuat:
1. Ikan dibersihkan kemudian dilumuri dengan jahe halus dan air jeruk nipis, diamkan sebentar sambil menyiapkan bumbu
2. Goreng irisan bawang merah, tiriskan.
3. Tumis bumbu halus sampai wangi, kemudian masukkan daun bawang, serai, daun jeruk dan daun salam, aduk hingga wangi.
4. Masukkan air, tunggu hingga panas dan wangi, lalu masukkan potongan ikan, aduk sebentar kemudian tutup.
5. Balik potongan ikan agar matangnya rata, masukkan daun kemangi dan gula garam secukupnya, cicipi.
6. Setelah matang, matikan api, siap untuk disajikan.
Catatan:
Bisa ditambah cabe rawit (saya tidak menggunakan cabe karena untuk dikonsumsi anak-anak)
Karena tidak menggunakan cabe rawit, saya menggunakan tomat agar warnanya menarik :)
Thursday, May 30, 2013
Angkot Alay
Rasanya sudah lama sekali saya gak naik angkot sendirian. Kangen juga sama suasana angkot yang seru. Jadinya, saya menawarkan diri untuk membeli martabak Ronny di Arundina. Dari rumah berjalan kaki, pulangnya naik angkot T13 ini. Pas masuk, berisik banget. Si Pak Supir sedang memutarkan lagu dugem. Di pintu masuknya pun, banyak ditempeli sticker.
Di dashboard deretan depan, ada gelas-gelas dan botol minuman warna-warni.
Begitu juga dengan dashboard bagian belakang angkot, dilengkapi speaker yang ukurannya besar-besar.
Dan yang paling hits adalah quilt joknya yang berwarna pink!
Apakah kamu pernah menaiki angkot yang sama? Ya gak apa-apa juga sih, kalau engga pernah. Seru aja ketemu angkot lebay begini :)
Saturday, May 11, 2013
Ibu 4 Tahun
Sudah 4 tahun ibu pergi. Kangen rasanya. Semoga ibu bahagia, terang dan tenang jiwanya di sana. Aamiin.
Photo ini diambil di RS Al Islam, waktu lagi menunggu pengambilan obat di apotek. Siapa yang sakit, saya tidak ingat. Sepertinya sih, saya - karena yang saya ingat waktu itu saya mengambil cuti dari kantor. Ekspresi wajah kita happy semua ya, gak kelihatan lagi di rumah sakit. Mungkin karena ditemani ibu dan bapak - dan Dea yg kenapa ya, koq ikut-ikut aja bukannya sekolah hihihi... Jadi hatinya tenang gak stress. Bapak juga kelihatan happy banget, pipinya tembem :)
Oh happy day!
Selalu ingat, setiap pergi berobat, saya selalu ditemani ibu. Terakhir ditemani ibu adalah ketika periksa kehamilan Dante di klinik alm. dr.Bambang. Saat Ibu lama tinggal di RS, ibu masih meminta tolong Dea untuk menemani saya periksa kandungan ke dr. Bambang. Karena Bapak menemani ibu di RS, sedangkan Pop - karena bekerja - baru bisa datang ke Bandung saat weekend. Saya ingat, malam itu, Dea yang besoknya akan ujian, menemani saya kontrol. Saat kita lewat tukang gorengan, Pak Supir Taksi saya minta berhenti. Kita membeli sebungkus pisang goreng. Kangen sama gorengan buatan ibu. Tapi kita gak menghabiskan gorengannya, karena rasanya gak enak.
Saya tidak terlalu menyukai rumah sakit. Makanya, saya memilih klinik alm. dr. Bambang untuk periksa kandungan dan melahirkan. Karena itu pula, ibu selalu menemani saya bila harus berobat/ periksa ke RS atau ke dokter. Setelah pulang dari klinik THT misalnya, saya akan berbaring di paha ibu di deretan ke dua di mobil. Dan ibu akan mengusap-usap kepala saya, rasanya damai sekali. Dan bapak yg menyetir, sendirian di depan. Jadi kita berdua kayak majikan dan bapak kayak supir hihihi...dan sepanjang jalan ibu akan cekikikan menertawakan bapak yang berisik mempertanyakan kenapa juga saya harus baringan padahal kan cuma dibersihin aja kupingnya. hahaha...
Pernah juga saat saya di-cauter karena ada luka setitik di jari telunjuk. Lukanya keciiiil banget, sepertinya ketusuk duri. tapi darahnya gak mau berhenti, keluar terus walaupun sedikit. Jadinya, lukanya harus dibakar oleh dokter kulit. Jari telunjuknya dibius, jadi gak sakit sih sebenarnya. Tapi ya begitulah, saya gak mau nyetir, minta disetirin bapak dan pulangnya posisi berbaring di paha ibu. Bapak kembali berisik karena gak nyambung aja, yg sakit jarinya tapi pakai acara baring2 segala. dan jarinya dibius pulak hahaha..
Tapi ya itu lah ibu, menenangkan sekali ada di dekatnya.
Semoga kebaikan dan keberkahan selalu menyinari ibu di alam sana ya...Aamiin..
Saturday, May 04, 2013
Selamat Pagi!
Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami
berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup
kami, terutama di waktu pagi hari.
Karena sering begadang, bangun pagi menjadi satu hal yang sangat istimewa bagi saya. Karena Pop harus berangkat ke kantor pagi-pagi sekali, tentunya saya harus bangun lebih pagi untukmenyiapkan keperluannya. Kalau tidak beraktivitas, setelah Pop berangkat ke kantor itu rasanya mengantuk sekali dan ingin tidur lagi :) Tapi, selalu ada kepuasan tersendiri saat berjalan pagi. Selain asyik becengkerama bersama Enzo dan Dante, ada satu momen, sesaat sebelum pukul 7 pagi. Saat itu bayangan tubuh ini seperti The Next America's Top Models :D Tentu saja, versi hijaber. Ternyata benar, sinar matahari pagi dapat membantu pertumbuhan tubuh kita, jadi langsing tinggi semampai :D Saya pun menyukai bayangan busana muslim yang terpantul, elegan dan syar'i.
Bila kita bangun lebih pagi, ada satu momen yang lain yang saya suka. Sebelum pukul 6 pagi; aroma pagi segar sekali - meskipun belum mandi. Selain itu, saya sangat menikmati pemandangan langit. Birunya lembut dan kita dapat mengucapkan selamat pagi pada rembulan. Meskipun badan agak asem-asem segar, rasanya damaaaiii banget :) Coba deh!
Bagaimana dengan pagi harimu?
Sunday, April 28, 2013
Pop Turns 35th
Hari ini, Minggu 28 April 2013 adalah hari ulang tahun Pop yang ke-35. Tidak ada acara istimewa, karena kami memang tidak biasa merayakan hari ulang tahun. Hanya ucapan selamat dari keluarga dan sahabat, dan rasa syukur dan doa untuk Ibu Mertua yang telah membesarkan Pop.
Hari ini tidak ada kue ulang tahun ataupun acara tiup lilin, seperti hari Minggu biasanya. Pop bertugas membersihkan toilet, tidur siang, lalu sore harinya kami pergi makan sushi. Doa untuk Pop, tentu saja kami doakan setiap hari. Semoga Pop selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan lahir bathin, ditambahkan nikmat ilmu dan rejeki yang bermanfaat, dan semakin harum namanya di langit dan di bumi. Aamiin...
We are so glad that Pop was born. Happy birthday, Pop!
Saturday, April 20, 2013
Keputren – Body Spa
Beautiful life in be-YOU-tiful me - control your life instead of life controlling
you.
– Yulia Astuti; Moz5 Salon Tebet
Sejak kecil, saya
sangat menyukai kegiatan di salon, terutama pijat. Dulu, ibu sering mengajak
saya menemaninya kursus kecantikan atau melakukan perawatan rambut dan tubuh di
salon. Salah satu tempat spa favorite saya di Cibubur adalah Keputren, tempat
spa mungil dan bersih yg berlokasi di Jl. Abdul Rahman, tidak terlalu jauh dari
rumah. Hanya 5-10 menit bila ditempuh dengan berjalan kaki.
Saat akhir
pekan, saat Pop tidur siang atau bermain bersama Enzo dan Dante, saya menikmati
perawatan di salon selama beberapa jam. Menyenangkan sekali, alhamdulillah.
Yuk, nikmati
foto-fotonya:
cuci kaki memakai air hangat
setelah diurut, duduk-duduk cantik sambil menikmati minuman kunyit asam hangat
secangkir kunyit asam hangat
pijat sambil menikmati alunan musik tradisional dan menghirup wangi aromatherapy
Semoga akhir
pekan kita semua menyenangkan ya, aamiin :)
Happy weekend!
Labels:
activities,
beauty and fashion,
places,
social life
Subscribe to:
Posts (Atom)











.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)













