#1. Mwahahaha! Mwahahaha! Bwahahaha!
Really, it drives me crazy. Please, as emak-emak don't laugh that loud, it just make u sounds like a mak lampir. Sumpah, kayak ketawa saikonya mak lampir.
#2. Gossiping and judge other.
Oh-puh-lease, being emak-emak doesn't mean that u're an angel, and others are devils. Dan tau gak sih, mak.. Waktu semua keburukan orang lain itu keluar semua dari bibir keriting emak, ibaratnya emak nulis perintah di program sap: zaap-auto-clearing. Semua dosa si object hilang, and all posted in ur document lists. Dan setelah itu, emak tidak berubah menjadi lebih baik dari pada object yg emak gossipin. So, please, mak.. Watch ur tongue...mending kumur2 pake listerine dari pada cuap2 gossipin orang sampe tuh mulut bau closet dan berbusa.
#3. Kerja itu ibadah, kubikel dan field itu tempatnya. Mushala itu tempat shalat, hormati dengan tidak bergunjing di situ. Kantin tempat makan, kalau mau bergunjing ngumpet aja di dalem kardus a-mild.
#4. Mulut kumat kemot dan mata melotot itu keong racun, bukan emak-emak.
*talking to my self, belajar untuk tidak menjadi emak2 sejenis itu*
Tuesday, October 19, 2010
Monday, October 11, 2010
Grocery Shopping with Enzo
Dulu, bila mendengar istilah ‘grocery shopping’ yang terbayang adalah ‘cape dehh…’ :) Membayangkan saya mendorong-dorong trolley yang besar, melewati lorong-lorong yang lebar, dihampiri Mbak-mbak SPG yang dengan keukeuhnya menawarkan berbagai macam produk, mengantre lama di cashier, dan mendengarkan suara music yang nonstop diputar dengan volume keras diselingi pengumuman harga promo memang membuat saya malas berbelanja. Hypermarket di Bandung memang selalu ‘seru’, full music dan berisik; kadang saya memimpikan Hypermarket seperti di film-film, yang hanya memutar music jazz mengalun sehingga pengumuman harga promo yang disampaikan pihak store terdengar jelas dan menyenangkan hati.
Karena itulah, saya dan Pop sering mengajak Enzo untuk menemani kami berbelanja. Bagi sebagian orang, membawa anak kecil untuk berbelanja itu merepotkan, tapi bagi kami justru menyenangkan. Enzo senang sekali bila kami ajak berbelanja. Dan kami lebih senang mendengarkan celotehnya dan mengobrol bersamanya daripada mendengarkan music hingar bingar yang diputar di hypermarket.
Agar kegiatan belanja menyenangkan, ada beberapa hal yang selalu kami perhatikan:
1. Berbelanja di pagi hari
Kami semua masih segar dan bersemangat, jalanan pun belum terlalu padat. Hypermarket baru saja dibuka, dan pengunjung belum terlalu banyak.
2. Membuat daftar belanjaan
Kami selalu membuat daftar belanjaan agar tidak ‘out lap’ dan tidak lupa membeli barang kebutuhan yang penting.
3. Makan dulu sebelum pergi berbelanja
Makan pagi secukupnya dan membawa bekal minum dari rumah. Kalau perut belum diisi, acara belanja akan tertunda dengan acara makan atau porsi belanja produk makanan dan minuman akan lebih banyak dari yang diperlukan.
4. Memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman
Hypermarket adalah tempat yang dingin dan luas. Enzo selalu memakai cap yang menutupi telinganya, karena bila kedinginan hidungnya pasti meler.
Enzo akan bosan berlama-lama duduk di trolley, setelah 10 menit Enzo akan minta turun. Enzo akan ikut-ikutan mendorong trolley, berlari-lari mengitari setiap lorong, dan bersembunyi dibalik rak-rak. Kami dan Enzo perlu alas kaki yang nyaman untuk berlari-lari :)
5. Stimulasi
Produk yang dijual di hypermarket bisa dijadikan stimulator buat Enzo. Kadang kami meminta bantuannya untuk membawakan buah-buahan atau sayuran yang akan ditimbang, dan Enzo senang sekali dapat membantu. Mengenal buah-buahan, sayuran, dan ikan menyenangkan baginya. Yang jelas, saat melewati lorong peralatan elektronik dan produk pecah belah Enzo harus tetap berada di atas trolley.
6. Kerja sama dan bersenang-senang
Beberapa hypermarket menyediakan arena bermain. Saat Pop berbelanja (biasanya lorong pertama hypermarket adalah lorong produk elektronik dan pecah belah) saya menemani Enzo bermain. Setelah sekitar 5-10 menit saya masuk dan membawa satu trolley lagi. Saya akan langsung menuju lorong paling ujung (tempat buah-buahan, sayuran dan ikan), dan biasanya saya dan Pop akan bertemu di lorong tengah (tempat camilan dan peralatan mandi). Lalu kami akan langsung mengantre di cashier yang lebih pendek antriannya (biasanya cashier paling ujung dekat pintu masuk antriannya lebih pendek).
Biasanya, setelah lelah berlari-lari Enzo akan tertidur saat perjalanan pulang. Walaupun lelah, selalu ada perasaan puas melihat wajahnya yang tertidur pulas. Senang rasanya bisa menjalankan tugas berbelanja sekaligus meluangkan waktu bersama Enzo.
Sekarang bila mendengar istilah ‘grocery shopping’, kata-kata yang terlintas di pikiran saya adalah ‘capeeek… tapi seneeeng…’
enzo and his book
Sepeda Motor; Kenapa Bisa Mogok? Adalah salah satu seri komik ilmu pengetahuan yang menunjukkan cara kerja mesin. Buku setebal 72 halaman ini ditulis oleh David West. Buku ini dapat dibaca mandiri oleh anak berusia 8 tahun ke atas dan dapat dibantu dibacakan oleh urban Mama dan Papa untuk anak berusia 6 tahun ke atas. Namun karena warna dan ilustrasinya yang cerah dan ceritanya yang bagus dan mudah dipahami, Enzo suka sekali bila saya membacakan buku ini berkali-kali, terutama sebelum tidur.
Buku ini menceritakan petualangan Tom dan Sissy yang menemukan sebuah sepeda motor di dalam gudang. Sepeda motor ini milik kakeknya Tom, dan kondisi sepeda motor ini rusak berat. Saat kunci diputar dan tombol starter dipencet seharusnya sepeda motor bisa menyala. Tom dan Sissy menemukan bahwa busi sepeda motor ini sangat kotor, kabel-kabelnya tidak terpasang, tidak ada oli di dalam suspensinya, remnya tidak bekerja, ban depannya kempes, karburatornya lepas, ban belakang sudah lepas dari rodanya, rantainya lepas, bearing rodanya rusak, jari-jari rodanya longgar, gearbox berantakan, akinya kosong dan tidak ada bahan bakar di dalam tangkinya. Tom dan Sissy memperbaiki dan merakit sepeda motor itu kembali dan mereka dapat mengendarainya mengunjungi pameran motor klasik dan pertunjukkan motor cross.
Yang saya suka dari buku ini adalah cara penuturannya yang rinci dan mudah dipahami oleh anak-anak, ilustrasinya yang menarik, dan dilengkapi Glosarium dan Index pada halaman akhirnya. Selain komik ilmu pengetahuan tantang cara kerja motor, ada 5 judul lain yang termasuk ke dalam seri Kenapa Bisa Mogok ini; Tank Baja, Kereta Api, Mobil Balap, Kapal Terbang dan Helikopter. Saya merekomendasikan buku dari buah hati books ini bagi urban mama dan papa yang sedang mencari buku ilmu pengetahuan bagi putra-putrinya yang ingin menjadi ahli perancang mesin.
*Harga Rp. 37.000
Sunday, September 05, 2010
Picnic: Taman Lalu Lintas
*article from the urban mama 30 Jul 2009
Liburan lalu, saya mengajak Enzo dan Dante berjalan-jalan ke Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung.
Taman bermain ini terletak di Jalan Belitung No. 1 Bandung. Di dalam taman ini terdapat berbagai fasilitas; rambu-rambu lalu lintas, taman bunga dan pepohonan, gedung serba guna, panggung terbuka, mushola, dan fasilitas pendidikan (taman kanak-kanak dan taman bacaan).
Berbagai sarana bermain untuk anak yang terdapat di dalam taman ini antara lain adalah penyewaan sepeda, kereta api, kereta motor, kolam renang, trampolin, mandi bola, dan komidi putar. Rata-rata harga tiket untuk setiap wahana adalah Rp. 4.000. Selain itu ada berbagai mainan gratisan pula seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan berbagai patung satwa. Pihak pengelola juga menyediakan track, rambu-rambu lalu lintas, terowongan, zebra cross, traffict light dan jembatan sehingga memudahkan anak-anak untuk mengenal kondisi jalan raya sungguhan.
Hari itu kami berangkat pagi-pagi, saya memakaikan Enzo dan Dante t-shirt lengan panjang, topi dan kaos kaki agar mereka tidak kedinginan dan terhindar dari gigitan nyamuk kebun. Sampai di sana kira-kira pukul 9.30, harga tiket masuk Taman Lalu Lintas adalah Rp. 4.000 dan karena Enzo berusia di atas 2 tahun, maka Enzo membayar penuh.
Tempatnya teduh dan menyenangkan, Enzo senang sekali berlari-lari dan bersembunyi di balik pepohonan dan patung-patung satwa.
Wahana pertama yang kami kunjungi adalah Gajah Terbang; tapi Enzo menangis saat digendong petugas wahana Gajah Terbang ini. Petugasnya adalah seorang lelaki kurus berkulit gelap yang beraroma tembakau dengan rambut harajuku style, yah penampakannya memang kurang menarik; wajar jika Enzo menangis :) Sedangkan Dante asyik sekali melambai-lambaikan tangan mungilnya kepada Kakak Enzo yang sedang menangis di atas Gajah Terbang :)
Karena Enzo shock dan batal naik Gajah Terbang , akhirnya kami menuju tempat penyewaan sepeda. Ternyata, semua sepeda habis disewa dan setelah menunggu agak lama akhirnya Enzo batal naik sepeda dan kembali meneruskan acara berlari-lari dan bersembunyi.
Kami pun beranjak ke Stasiun Kereta Api, dan antreannya memang panjang sekali. Maklum saat itu memang musim liburan sekolah, dan sistem antrean di taman ini memang kurang teratur. Saya harus bersaing dengan mama-mama lain (bersama anak-anaknya tentu saja; yang berusia sekitar 4-5 tahun) yang dulu-duluan ingin duduk di kereta. Rasanya tidak tega melihat tubuh Enzo yang mungil itu terselip-selip diantara mama-mama kompetitif, jadi saya mengajak Enzo untuk berkeliling melihat wahana yang lain. So far Enzo senang-senang saja, he keeps running in that big park.
Saya membeli tiga tiket Kereta Motor untuk saya, Enzo, dan Mbak Par (pengasuh Dante). Kermot ini mampu menampung delapan anak, kami duduk di barisan depan agar dapat melihat-lihat pemandangan dengan jelas. Enzo senang sekali, sedangkan Dante berteriak-teriak kegirangan dan bertepuk-tepuk tangan.
Tujuan pendirian taman ini adalah untuk menanamkan budaya disiplin dan sopan santun berlalu lintas sejak dini untuk menunjang gerakan disiplin nasional. Sesuai dengan tujuannya, di sekeliling taman ini banyak terpampang rambu-rambu lalu lintas dan papan yang menggambarkan cara menyeberang jalan supaya aman (CAME JASA).
Came jasa ini terdiri dari lima cara, yaitu:
- Berdiri di pinggir jalan.
- Menengok ke kanan.
- Menengok ke kiri.
- Menengok ke kanan lagi.
- Bila sudah aman, menyeberang dengan posisi lurus.
Setelah berkeliling dengan Kermot, Enzo duduk-duduk di ayunan sambil menonton anak-anak lain yang sedang naik Carrousel. Enzo dan Dante sangat menikmati pemandangan di taman ini; sama sepeti saya yang kecanduan bermain di taman ini waktu kanak-kanak dulu.
Tidak terasa sudah 1.5 jam kami bermain di taman ini dan matahari mulai tinggi. Kami keluar melalui gerbang samping dan Enzo berbisik:
'Kaka Enzo seneng Ma, naik Kermot 'ma naik Taksi'.
Oh, well.. Enzo kira naik Taksi itu termasuk ke dalam rangkaian acara naik wahana di Taman Lalu Lintas, seperti naik Kereta Api dan naik Kermot :)
Happy holiday!
Happy holiday!
Friday, September 03, 2010
twinnies breastourant
gambar dari howbreastfeedingworks.wordpress.com
Punya bayi kembar itu seru banget ya tentunya. Seru cape-nya dan juga seru senengnya.
Saya sih gak punya pengalaman menyusui bayi kembar, kebayang deh capeknya, menyusui enzo-dante yang cuma beda 1.5 tahun aja segitu repotnya ;p
Itupun, enzo sudah mulai self weaning sejak usia 15 bulan dan bener2 stop saat usia 21 bulan.
gambar dari ineedmyfix.com
Tandem nursing sudah saya lakukan saat dante masih berada di dalam kandungan. Awalnya memang gak pede, tapi alhamdulillah bisa juga menyusui keduanya.
Mungkin kadar 'repotnya' berada di bawah kerepotan busui yang punya anak kembar ya. Karena pada saat menyusui, enzo sudah bisa menopang dirinya sendiri, jadi agak meringankan beban saya yang hanya perlu menopang tubuh dante saja.
Beberapa hal yang ingin saya share untuk memudahkan tandem nursing:
1. Mind set; ASI kita pasti cukup.
Sebenarnya, tubuh kita sudah disetting untuk tandem nursing sejak awal kehamilan. Dengan kondisi tubuh saya yang masih menyusui enzo dan hamil dante, artinya tubuh saya memang mampu untuk memberi nutrisi kepada keduanya. Begitu juga dengan ibu yang hamil anak kembar, tentu saja setting-an default tubuhnya mampu untuk carry the twins dan pastinya satu paket dengan kemampuan menyusui si kembar nanti setelah lahir.
2. Asupan gizi dan nutrisi yang baik.
Bukan hanya busui dengan bayi kembar, busui dengan bayi satu aja memang harus mengoptimalkan konsumsi gizinya kan ya. Apalagi saya yang hobbynya emang makan, pada saat hamil, menyusui ataupun tidak ;p
3. Istirahat yang cukup.
Soal tidur dan duduk2 santai, saya ahlinya. Abis gimana ya, tidur dan duduk2 santai itu menyenangkan sih ya. Dan pada saat tubuh beristirahat dan relax, produksi ASI meningkat, dan tentu saja mensakseskan acara susu menyusui.
4. Posisi menyusui yang paling pewe.
Posisi Wuenak saat meyusui itu penting banget. Asal latch on-nya pas dan nyaman, posisi bagaimanapun pasti menyenangkan. Ada yang menyarankan untuk duduk tegak, bersandar, berbaring, menyangga bayi pake breastfeeding pillow, menyangga bayi dengan posisi di bawah ketiak, posisi silang, posisi berhadapan, daaan lain-lain. Intinya, posisi wuenak ini dipake untuk catch the moment with the babies, bukan sebagai acara 'kewajiban' untuk menyusui.
5. Bersamaan atau bergiliran; it's up to you, mom.
Ada yang menyarankan untuk menyusui secara bergiliran, ada juga yang menyarankan untuk menyusui secara bersamaan. Dicoba saja dua2nya, dan pilih mana yang paling cocok. Intinya, menyusui itu untuk menyamankan ibu dan anak; makin sering menyusui makan payudara ibu terasa ringan, produksi ASI meningkat pulak.
6. Memompa (mengosongkan payudara) sesering mungkin.
Selain untuk kenyamanan ibu juga untuk stok pada saat ibu lagi ribet ngurusin anak yang satu lagi. Sementara si ibu riweuh dengan anak yang satu, anak yg satunya lagi bisa dikasih ASI perah hasil mompa itu kan. Stok ASI yang banyak juga penting, save it for a rainy days, who knows?
7. Bantuan orang lain.
Baru melahirkan seorang bayi ataupun bayi kembar bukan berarti semua2 harus dikerjakan sendiri. Karyakan saja sang suami siaga yang super ganteng itu, atau karyakan oma-opa, paman-bibik, daaan baby sitter dan asisten rumah tangga. Saya yang memiliki dua batita ini, sangat mengoptimalkan karya suami dalam hal pijat memijat dan menggendong bayi, daaan kalau sudah dead style, batita2 ini saya ungsikan ke panti jompo (kamar oma-opa) ataupun ke yayasan (kamarnya si mbak2 asisten).
Breastfeeding is fun, actually. Even Angelina Jolie did it well ;)
Have a very happy breastfeeding!
Thursday, August 26, 2010
Tentang Menyusui
Memiliki 2 batita bukan berarti tahu segalanya. Tapi, beberapa teman dekat selalu bertanya phal-hal tentang per-bayi-an; dan dengan penuh percaya diri dan sotoynya saya akan selalu berusaha untuk memberi jawaban yang memuaskan. Lalu karena tidak puas, mereka akan bertanya lagi pada saya pada keesokan harinya, dan seterusnya.
Pertanyaan menyusui yang paling sering ditanyakan adalah tentang posisi menyusui. Bila nggak bisa duduk tegak, boleh sambil berbaring, kok. Yang penting, ibu nyaman dan tidak merasa sakit, bayi juga aman dan nyaman dan dapat mengisap dengan baik dan benar. Hal ini tentunya perlu latihan, jadi jangan putus asa terus belajar menyusui, ya.
Pertanyaan kedua adalah tentang bingung puting. Bingung puting ini nggak disebabkan oleh bentuk puting yang terlalu besar atau terlalu kecil, atau apapun itu ya. Setiap bayi dapat menyusui sesuai dengan bentuk puting ibunya, kok. Yang perlu diperhatikan adalah bayi menyusu pada areola, bukan pada puting. Bingung puting biasanya disebabkan oleh penggunaan botol atau rubber nipple/ dot pada hari-hari pertama kehidupan bayi. Jadi bayi agak perlu waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan diri. Bingung puting bukan masalah besar kok, yang penting sabar dan terus berlatih. Bila memang dirasa ada yang salah, saya sarankan untuk berkonsultasi dengan Konselor Laktasi.
Bingung puting itu harus diwaspadai karena bila bayi tidak menyusui langsung ke payudara, maka stimulasi untuk produksi ASI berkurang, sehingga tubuh ibu akan menyesuaikan diri dan akhirnya kegiatan menyusuipun terhenti. Memang nggak tiba-tiba berhenti sih, tapi berhentinya akan lebih cepat dari pada ibu yang menyusui bayinya secara langsung. Karena normalnya, wanita sehat normal akan berhenti menyusui pada saat bayi berusian sekitar 2 tahun. Dua tahun adalah waktu ter-pas yang sudah disetting oleh Sang Maha Pencipta untuk menyusui. Pada saat itu banyak proses terjalani, perubahan hormon ibu akan menyesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi.
Pertanyaan lain adalah, alasan kita menyusui secara langsung.
"Kenapa harus menyusui secara langsung? Toh intinya kita ngasih ASI buat bayi. Mau itu lewat botol, dot, gelas, sendok, ato langsung dari payudara yang penting ASInya dapet, kalau nggak lewat PD yang penting rajin pumping biar ASIPnya banyak."
Menyusui lewat PD itu penting karena memperkuat bonding ibu dan anak, melatih kecerdasan emosi ibu dan anak, membantu ibu mengembalikan fungsi2 tubuhnya, dan membantu perkembangan mulut bayi, dan melatihnya untuk konsentrasi, berstrategi dan berekspresi. Intinya, hanya dengan sekali action yaitu menyusui, maka beribu2 pulau terlampaui. aih, ter-la-lu gak sih.
"Kenapa harus menyusui secara langsung? Toh intinya kita ngasih ASI buat bayi. Mau itu lewat botol, dot, gelas, sendok, ato langsung dari payudara yang penting ASInya dapet, kalau nggak lewat PD yang penting rajin pumping biar ASIPnya banyak."
Menyusui lewat PD itu penting karena memperkuat bonding ibu dan anak, melatih kecerdasan emosi ibu dan anak, membantu ibu mengembalikan fungsi2 tubuhnya, dan membantu perkembangan mulut bayi, dan melatihnya untuk konsentrasi, berstrategi dan berekspresi. Intinya, hanya dengan sekali action yaitu menyusui, maka beribu2 pulau terlampaui. aih, ter-la-lu gak sih.
Jadi sebenarnya, menyusui itu bentuk kemudahan dari Allah SWT buat kita para ibu untuk mendidik anak. Dengan menyusui langsung, ibu bisa belai2 sambil doktrin anaknya dengan nasehat2 baik, yang pastinya akan dapat perhatian penuh dari bayi, karena si bayi gak bisa gak ngelepas payudara ibunya dong. Berbeda dengan bayi yang dinasehati sambil menyusu dengan botol, daripada mendengerkan suara ibu yang sedang memberi nasehat, dia akan cenderung fokus sama botol susunya ;)
Selain itu komposisi ASI setiap hari berbeda, maka bayi akan berstrategi gimana cara menyedot ASI yg paling asyik, dengan cara itu dia belajar mengatasi masalah. Belum lagi kalo dia kesel karena bentuk payudara ibunya yang kurang cihuy, ibu dan bayi akan sama2 belajar mengatasi emosinya, ibu berusaha menenangkan bayi dengan mencari posisi latch on yang nyaman, dan bayi akan belajar mengatasi emosinya dengan bekerja sama mncari posisi yang paling nyaman.
Menyusui langsung dari payudara memerlukan kemampuan menyedot yang baik dari bayi, bayi akan belajar menggunakan rahangnya, gusinya, lidah dan organ-organ dalam mulutnya untuk mengatasi aliran ASI yang deras atau lambat, komposisi ASI yang berbeda2 dalam satu sesi menyusu (fore milk dan hind milk), pokoknya momen ini seru banget sehingga menstimulasi pertumbuhan gigi dan bentuk rahang juga kemampuan berbicara bayi. wiiy..cenggiii ya!
Jadi, seharusnya ibu gak perlu repot beli bermacam-macam botol susu, nipple karet atau silikon, macam-macam flash card atau soft book untuk mengajarinya konsentrasi dan berbicara, dan lain-lainnya...that's why saya menyebutnya kemudahan.
Beberapa hari yang lalu salah satu teman saya itu jadi pendonor ASI untuk seorang bayi yang ususnya luka dan hanya bisa diobati oleh ASI. Wah,terharu deh! Keren sekali ya... di bulan yang baik ini bisa menyumbang ASI berbotol2. Saya selalu ikut senang mendengar kisah teman-teman yang berusaha dan bersemangat memberi ASI.
Kebingungan lain adalah tentang susu bubuk. Seorang teman kebingungan saat melewati koridor susu bubuk di supermarket. Dia seorang muslim walaupun tidak berjilbab, tapi pengen sekali menjadi soleha. Nah susu bubuk Soleha keluaran Hi-Lo ini diperuntukkan bagi mereka yang berjilbab dan tampak soleha. Merasa tersudut dengan image brand tsb, akhirnya dia pilih Anlene Gold karena walaupun belum berusia 50+ dia merasa udah mulai osteoporosis - giginya.
ahahaha.. cerita absurd apa ini.
ahahaha.. cerita absurd apa ini.
Nah, bagi saya penggemar susu UHT keluaran Ultra Jaya, sistem pemasaran susu bubuk di Indonesia ini keterlaluan. Bikin bingung semua orang. Macem2 pula, ada susu untuk bayi 0-6 bulan, 0-12 bulan, 123, 456, 7+, 17+, Berjilbab, 18-49, 50+, terlalu di-ada-ada-in banget yaa..
Menurut saya, susu bubuk itu terbuat dari susu yang dikeringkan, mengandung banyak bahan pengawet, rantai produksinya lebih panjang daripada susu segar dan bisa juga dipakai sebagai kokain pura2 di film2 Indonesia atau sinetron2 gitu.
Oh ya, ada satu kesimpulan hasil ngobrol2 dengan para pendukung ASI dan para pendukung ASI namun tidak suka terintimidasi dengan kampanya ASI; yaitu:
Ibu yang berhasil menyusui bayinya dengan lancar jaya maupun yang tidak lancar, dihimbau agar tidak ngata2in bayi sufor dengan sebutan anak sapi, walaupun yang dipaparkan adalah kenyataan. Bagaimanapun, seorang ibu akan merasa nggak banget bila disamakan dengan sapi.
Begitu pula dengan ibu2 yang karena ini dan itu dan sesuatu hal, sehingga tidak menyusui dan akhirnya memilih sufor untuk bayinya, agar tidak melimpahkan kekesalan akan kegagalannya memberikan ASI dengan ngata2in ibu2 supporter ASI dengan sebutan breastfeeding nazis.
Karena istilah anak sapi dan breastfeeding nazis sama-sama nggak banget. Just stop bullying each other. Sesama ibu harusnya saling mendukung, saling menguatkan.
Breastfeeding is our journey with our babies, not a battle against other mothers.
Breastfeeding is our journey with our babies, not a battle against other mothers.
Labels:
breastfeeding,
friends,
health,
my days,
parenting
Sunday, August 15, 2010
Bukan Papa
*image RD from wisma46.com
saat itu enzo belum genap dua tahun.
dia baru saja memiliki kemampuan baru, menghafal nama-nama dan bentuk.
enzo suka menunjuk2 photo-photo di dinding sambil menyebutkan nama orang yang ada pada photo itu.
saat menonton salah satu sinetron di televisi bersama baby sitternya (yang sekarang sudah di-resign-kan),
enzo menunjuk2 Roger Danuarta sambil berkata:
"Bukan Papa! Bukan Papa!, Maaa.. ini bukan Papa!"
terharu juga, karena enzo sehati dengan mama dan dedek; hanya ingin papa :)
Monday, August 02, 2010
Salah Siapa?
There's man all over for you, blaming on his boots the fault of his feet.
Samuel Beckett
Kalau gak pengen anaknya terpengaruh berita di TV tentang Ariel atau KD, carilah tontonan yg bermutu buat anak kita. Gak usah keukeuh nonton infotainment atau sinetron. Atau gak perlu nonton TV sekalian.
Just stop blaming others.
Seseorang bisa salah berkali-kali, tapi itu bukanlah kegagalan sampai dia mulai menyalahkan orang lain.
Sunday, July 18, 2010
ingatlah hari ini (17-07-1995)
Kawan dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu set'lah selama ini
Ternyata kepalamu akan s'lalu botak
And kamu kayak gorila
Cobalah kamu ngaca, tuh bibir balapan
Daripada gigi loe kayak k'linci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak peduli
Kau s'lalu di hati
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
S'lamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Tentang dirimu set'lah selama ini
Ternyata kepalamu akan s'lalu botak
And kamu kayak gorila
Cobalah kamu ngaca, tuh bibir balapan
Daripada gigi loe kayak k'linci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak peduli
Kau s'lalu di hati
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
S'lamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Ketika kesepian menyerang diriku
Nggak enak badan resah nggak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don't you worry, just be happy
Temanmu di sini
Don't you worry, don't be angry
Mending happy-happy
Nggak enak badan resah nggak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don't you worry, just be happy
Temanmu di sini
Don't you worry, don't be angry
Mending happy-happy
Tuesday, July 13, 2010
recently
image from http://taufik79.wordpress.com
"Well I'm sorry I'm not who you thought I was, but what's happened is in the past, and all I can do is try to change. If you can't accept that, then you're not who I thought you were."
--Blake Lively as Serena van der Woodsen in Gossip Girl
Nonton TV itu luxurious thing bagi saya. Sekalinya nonton, bete. Acaranya selalu membahas tentang kasus Ariel-Luna Maya dan Cut Tari. Untung saja ada stasiun TV lokal kayak Ctchannel, Bandung TV, dan PJTV yang acaranya lucu-lucu. Juga ada 'Little Krishna' di TPI yang selalu dinantikan Enzo, and i luuuvre Lil Krishna; tone-nya kalem dan bikin Enzo jadi kalem juga cara ngomongnya.
*Baru tau kalo beberapa film anak ada yg dilarang tayang, karena tone-nya bikin anak2 jadi suka teriak2*
Ketiga tokoh pewayangan di atas tadi dibikin kayak bener2 penjahat. Dibikin jadi perusak moral bangsa, terutama anak2 dan remaja. Sahabat2 merekapun menjauhi, bahkan ada yang ikutan mencaci.
On contrary, ada acara nonton World Cup bareng, bela2in negara yg pernah jajah Indonesia selama berabad2. Sampe ada yang pake berantem2 segala karena yang satu belain Belanda dan yang satu belain Spanyol.
Selain itu, acara tabung gas meledak juga ikut meramaikan kancah pertelevisian akhir2 ini.
Seru pokoknya.
Anywaaaay... apa kabar kasus Century?
Cukup panjang cutinya niih.. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)










a
a
a
a







